PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah resmi dilantik. Setelah prosesi pelantikan, kepengurusan baru langsung menyusun agenda strategis dengan memprioritaskan penguatan kemandirian ekonomi kader dan organisasi sebagai arah utama kepengurusan dalam beberapa tahun ke depan.
Komitmen tersebut menjadi salah satu amanat Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai program kerja di tingkat wilayah. PW GP Ansor Kalimantan Tengah pun segera menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sebagai langkah awal menyusun program yang terukur dan berkelanjutan.
Ketua PW GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, mengatakan kepengurusan yang baru tidak ingin berlama-lama dalam tahap konsolidasi. Setelah pelantikan, seluruh jajaran langsung bergerak menyusun program kerja bersama seluruh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Kalimantan Tengah.
“Setelah pelantikan ini kami langsung melaksanakan Rapat Kerja Wilayah bersama seluruh PC GP Ansor se-Kalimantan Tengah. Kami juga menggelar Rakerwil Banser, Training of Trainer (TOT), serta sosialisasi aplikasi SIAP sebagai bagian dari penguatan organisasi,” ujar Arjoni, usai dilantik di Aula Jayang Tingang Kantor Gubenur Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan menyatukan visi organisasi sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan GP Ansor. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi kader maupun masyarakat.
Arjoni menjelaskan, fokus utama kepengurusan periode ini adalah membangun organisasi yang mandiri secara ekonomi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlangsungan organisasi tanpa bergantung pada sumber pendanaan tertentu.
“Sesuai arahan Ketua Umum, fokus utama kami adalah membangun kemandirian ekonomi kader dan kemandirian ekonomi organisasi. Karena itu seluruh badan otonom yang telah dilantik akan kami optimalkan sesuai bidang tugasnya masing-masing,” katanya.
Kembangkan BUM Ansor dan Program Ketahanan Pangan
Untuk mewujudkan target tersebut, PW GP Ansor Kalimantan Tengah mengoptimalkan peran berbagai badan otonom dan lembaga pendukung yang telah dikukuhkan. Struktur tersebut meliputi Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), Usaha Gotong Royong, Patria Ketahanan Pangan, Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA), hingga Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser.
Arjoni mengungkapkan, BUMA telah menyiapkan langkah konkret melalui pembentukan 10 holding perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Holding tersebut akan menjadi wadah pengembangan berbagai unit usaha yang nantinya dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah, badan usaha, maupun sektor swasta.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan organisasi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi kader GP Ansor di berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
Selain membangun sektor usaha, GP Ansor Kalteng juga mengembangkan program Usaha Gotong Royong yang berorientasi pada ketahanan pangan. Program ini telah menunjukkan perkembangan positif melalui budidaya ayam pedaging dan ayam kampung yang dikelola kader.
Dalam waktu dekat, program tersebut dijadwalkan memasuki masa panen perdana. Hasil itu diharapkan menjadi contoh bahwa kader GP Ansor mampu membangun usaha produktif berbasis kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi.
Arjoni menilai sektor pangan memiliki prospek besar untuk dikembangkan karena mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Perkuat Nilai Keagamaan dan Toleransi
Selain memperkuat sektor ekonomi, PW GP Ansor Kalimantan Tengah tetap menempatkan pembinaan ideologi, keagamaan, dan kebangsaan sebagai program prioritas organisasi.
Melalui Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA), organisasi akan rutin menggelar pengajian, majelis selawat, dan pembinaan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah bagi kader di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Arjoni menegaskan GP Ansor berkomitmen menjaga semangat Islam Rahmatan lil ‘Alamin sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah.
“Melalui MDS Rijalul Ansor, kami memperkuat akidah kader melalui pengajian dan majelis selawat. Ansor lahir sebagai penolong dan kami ingin terus menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Ia menambahkan, GP Ansor juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar program pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, penguatan kaderisasi, hingga kegiatan sosial dapat berjalan lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan kepengurusan baru, PW GP Ansor Kalimantan Tengah berharap mampu melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara ideologi dan keagamaan, tetapi juga mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan