PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Emergency Response Palangka Raya (ERP) kembali memberikan dukungan kepada relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya. Melalui Squad Sahabat Baik ERP, sebanyak 100 paket logistik disalurkan kepada sejumlah regu relawan yang bertugas memadamkan api, Sabtu (5/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan para relawan yang bekerja di tengah kondisi lapangan yang berat. Selain menghadapi panas dan aktivitas fisik yang tinggi, mereka juga harus berhadapan dengan asap dari kebakaran yang menyelimuti sejumlah kawasan di Palangka Raya.
Setiap paket logistik berisi sejumlah kebutuhan untuk menunjang kondisi fisik relawan. Bantuan tersebut antara lain susu steril, minuman vitamin C-1000, suplemen daya tahan tubuh, kue kering, dan roti siap santap.
ERP tidak hanya memberikan bantuan berupa logistik. Tim juga menghadirkan layanan kesehatan dengan menyisir sejumlah titik pemadaman untuk memeriksa kondisi relawan yang mengalami kelelahan setelah menjalankan tugas di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, ERP berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dari Atga Home Care bersama Tim Kesehatan ERP. Tim medis melakukan pemeriksaan langsung terhadap relawan yang membutuhkan penanganan kesehatan.
Sejumlah relawan dilaporkan mengalami keluhan seperti pusing dan sesak napas setelah menjalankan aktivitas pemadaman. Tim kesehatan kemudian memberikan penanganan di lokasi, antara lain terapi oksigen, pemeriksaan tekanan darah, serta obat-obatan sesuai kebutuhan medis yang ditemukan saat pemeriksaan.
ERP Soroti Kondisi Relawan di Tengah Karhutla
Kepala Bagian Operasi ERP, Yustinus Exaudi, mengatakan kondisi di sejumlah titik karhutla cukup menguras tenaga dan mental relawan. Karena itu, dukungan logistik dan perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tugas mereka.
Menurutnya, relawan membutuhkan asupan yang memadai sekaligus pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Hal tersebut diperlukan agar relawan tetap dapat menjalankan tugas tanpa mengabaikan keselamatan dan kondisi fisiknya.
“Aksi ini adalah wujud nyata solidaritas sekaligus benteng pertahanan bagi para relawan yang tanpa kenal lelah berjibaku memadamkan api. Kondisi di titik bencana sangat menguras tenaga dan membahayakan kesehatan paru-paru mereka. Pemenuhan logistik berkualitas dan pemeriksaan kesehatan berkala adalah harga mati agar para penjaga bumi ini tetap selamat dan kuat dalam menjalankan misi mulia,” tegas Yustinus Exaudi.
Srikandi 01 ERP, Widya Kumala, turut menyoroti kondisi para relawan yang harus bertahan di tengah situasi lapangan yang ekstrem. Menurutnya, dukungan kepada relawan tidak hanya diperlukan dalam bentuk kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian dan dukungan moral.
“Kami melihat dan merasakan langsung bagaimana dedikasi luar biasa rekan-rekan relawan di garis depan. Kehadiran kami bersama tim medis di tengah krisis ini diharapkan mampu menjadi suntikan moril, memastikan bahwa mereka tidak sendirian, dan kesehatan fisik mereka tetap terjaga di tengah ancaman asap yang pekat,” tutur Widya Kumala.
Bagi ERP, keberadaan relawan di lapangan menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk membantu mereka menjalankan tugas, terutama ketika kondisi kebakaran masih membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Founder Emergency Response Palangka Raya, Jean Steve, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan ERP.
“Melalui kesempatan yang penuh berkah ini, saya mengucapkan ribuan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian tulus dari masyarakat Kota Palangka Raya dan seluruh rakyat Indonesia. Bantuan, doa, dan uluran tangan Anda semua adalah bahan bakar utama bagi pergerakan serta aksi nyata tim ERP dalam menghadapi bencana karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah, terkhususnya di Kota Palangka Raya tercinta ini,” pungkas Jean Steve dengan penuh rasa syukur.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi para relawan selama menjalankan tugas pemadaman. Di tengah tantangan karhutla yang masih berlangsung, perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan petugas lapangan menjadi bagian penting dari upaya penanganan bencana.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan