PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – SMAN 1 Palangka Raya merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 pada Senin, (3/8/2026) dengan menghadirkan sebuah karya literasi bertema lingkungan. Sekolah itu meluncurkan buku antologi berjudul “Dari Sekolah untuk Bumi” yang ditulis oleh 13 guru sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus komitmen memperkuat budaya literasi di dunia pendidikan.

Peluncuran buku menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-67 SMAN 1 Palangka Raya. Kegiatan tersebut juga menegaskan peran sekolah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap isu lingkungan.

Kepala SMAN 1 Palangka Raya, Dr. H. Arbusin, mengatakan sekolahnya terus berupaya melahirkan generasi yang unggul dan berkarakter selama 67 tahun terakhir.

“Alhamdulillah, kita patut bangga karena SMAN 1 Palangka Raya tetap eksis sampai dengan saat ini dan terus memberikan kontribusi terbaik untuk dunia pendidikan,” ujarnya.

Literasi Jadi Wujud Kepedulian Lingkungan

Arbusin menjelaskan buku Dari Sekolah untuk Bumi lahir dari kolaborasi 13 guru SMAN 1 Palangka Raya. Mereka menuangkan gagasan mengenai pelestarian lingkungan melalui berbagai tulisan yang relevan dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, peluncuran buku tersebut menjadi sangat bermakna karena berlangsung saat Kalimantan Tengah kembali menghadapi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami berharap kabut asap cepat berlalu. Ini butuh kerja keras bersama antara elemen sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Ia menilai pendidikan harus ikut membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Karena itu, sekolah mendorong para guru dan siswa untuk aktif mengembangkan budaya literasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Empat Nilai Jadi Landasan Pendidikan

Selain memperkenalkan buku antologi, SMAN 1 Palangka Raya juga menegaskan empat nilai utama yang menjadi dasar pembinaan karakter peserta didik. Nilai tersebut meliputi religius, disiplin, bersih, dan bekerja keras.

Arbusin berharap seluruh warga sekolah terus menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar mampu melahirkan lulusan yang berprestasi sekaligus peduli terhadap lingkungan.

Ia juga mengajak seluruh pihak mendukung pengembangan SMAN 1 Palangka Raya agar terus menjadi sekolah yang unggul, inovatif, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah. (Willy)

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com