PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meningkat di sejumlah wilayah provinsi tersebut. Komitmen itu diwujudkan dengan mengerahkan 300 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk memperkuat operasi penanganan karhutla bersama pemerintah, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama terhadap upaya mitigasi bencana yang setiap tahun menjadi tantangan serius di Kalimantan Tengah. Keterlibatan Banser diharapkan mampu memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mencegah meluasnya kebakaran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya membuka lahan dengan cara membakar.
Ketua PW GP Ansor Kalimantan Tengah, Arjoni, mengatakan pengerahan personel Banser dilakukan sebagai tindak lanjut setelah pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla. Seluruh jajaran Banser diminta bersiaga dan aktif membantu pemerintah sesuai kemampuan di wilayah masing-masing.
“Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Tengah mendukung penuh langkah pemerintah dalam penanggulangan karhutla. Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran Banser di tingkat Satkorcab hingga Pimpinan Cabang agar aktif turun ke lapangan membantu pemerintah dan kepolisian melakukan pencegahan maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Arjoni, usai dilantik di Halaman Depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, ancaman karhutla tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah dan aparat keamanan. Seluruh elemen masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitasnya agar risiko kebakaran dapat ditekan sejak dini.
Fokus pada Pencegahan hingga Pemadaman
Arjoni menjelaskan, personel Banser tidak hanya membantu proses pemadaman ketika kebakaran terjadi. Mereka juga akan menjalankan berbagai kegiatan pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, patroli bersama, pemantauan wilayah rawan, hingga pelaporan dini apabila menemukan titik api.
Ia menilai langkah preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika api sudah meluas. Karena itu, Banser akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, kepolisian, TNI, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta berbagai relawan kebencanaan lainnya.
Selain mendukung patroli darat, personel Banser juga akan membantu penyebarluasan informasi mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar, bahaya kabut asap terhadap kesehatan, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami ingin Banser hadir bukan hanya ketika terjadi kebakaran, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi masyarakat agar karhutla dapat dicegah sejak awal,” ujarnya.
Menurut Arjoni, keterlibatan organisasi masyarakat dalam penanganan bencana merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini menjadi semangat GP Ansor.
Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana
PW GP Ansor Kalimantan Tengah juga menginstruksikan seluruh pengurus cabang untuk membangun koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah tersebut bertujuan mempercepat mobilisasi personel apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.
Banser akan menyesuaikan pola penugasan dengan kebutuhan di lapangan. Di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, personel akan memperkuat patroli dan pemantauan kawasan rawan terbakar. Sementara di wilayah yang mulai terdampak asap, Banser juga siap membantu kegiatan kemanusiaan, seperti distribusi masker dan bantuan sosial bagi masyarakat.
Arjoni berharap kolaborasi seluruh unsur mampu menekan jumlah titik api selama musim kemarau tahun ini. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi kebakaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla. Pencegahan merupakan tanggung jawab bersama. Semakin cepat kita bertindak, semakin kecil dampak yang ditimbulkan bagi kesehatan, lingkungan, dan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Dengan dukungan 300 personel Banser yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, GP Ansor Kalimantan Tengah berharap upaya penanganan karhutla dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat dalam menjaga Bumi Tambun Bungai tetap bebas dari bencana asap.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan