PALANGKA RAYA, Mahardeka.com — Kebakaran Palangka Raya melanda kawasan permukiman padat di Jalan Dr. Murjani, Gang Sari 45, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (12/7/2026) siang. Sedikitnya 30 rumah warga dan bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum terdampak setelah api membesar dan menyebar cepat di kawasan tersebut.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Kobaran api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain karena jarak rumah yang berdekatan serta sebagian besar konstruksi menggunakan material mudah terbakar.

Petugas pemadam kebakaran bersama relawan langsung bergerak melakukan penanganan. Setelah hampir dua jam berjibaku, tim berhasil mengendalikan api dan mencegah penyebaran lebih luas.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, puluhan keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kebakaran Palangka Raya, Polisi Lakukan Penyelidikan di Lokasi

Usai proses pemadaman selesai, Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Palangka Raya mendatangi lokasi kebakaran untuk melakukan pemeriksaan awal.

Petugas memasang garis polisi di sekitar area terdampak untuk menjaga lokasi kejadian. Penyidik juga mulai mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait sumber api. Polisi belum menyampaikan penyebab resmi kebakaran karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

Selain memeriksa saksi, petugas juga melakukan pengecekan terhadap titik awal munculnya api guna memastikan kronologi kejadian secara akurat.

Api Cepat Menyebar, Warga Selamatkan Barang Berharga

Sebelum petugas tiba di lokasi, warga berusaha menyelamatkan barang-barang penting dari rumah masing-masing. Mereka membawa dokumen, kendaraan, dan sejumlah perlengkapan yang masih bisa dievakuasi.

Salah seorang warga terdampak, Marhan, mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah yang berada di seberang tempat tinggalnya.

“Kami waktu itu mau pergi ke pasar. Saat melihat api sudah membesar, kami langsung kembali dan menyelamatkan barang-barang yang ada di rumah, termasuk sepeda motor,” ujar Marhan.

Menurutnya, warga hanya memiliki waktu singkat untuk menyelamatkan barang karena api berkembang sangat cepat.

Kondisi permukiman yang padat membuat api sulit dikendalikan. Selain jarak antarbangunan yang rapat, material kayu pada sejumlah rumah turut mempercepat penyebaran kobaran api.

Belasan Armada Pemadam Dikerahkan Tangani Kebakaran

Untuk mengatasi kebakaran tersebut, petugas mengerahkan sekitar 15 unit mobil pemadam kebakaran. Tim juga mendapat dukungan dari relawan yang membawa mesin pompa air portabel.

Ketua Barisan Pemadam Kebakaran Kamboja, Sucipto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.10 WIB.

“Kami menerima informasi kebakaran sekitar pukul 13.10 WIB dan langsung menuju lokasi. Namun akses jalan yang sempit menjadi salah satu kendala saat proses pemadaman,” kata Sucipto.

Menurutnya, kondisi lokasi yang berada di kawasan permukiman padat membuat petugas harus bekerja ekstra agar api tidak meluas ke bangunan lain.

Selain akses yang terbatas, kondisi musim kemarau juga menjadi tantangan dalam penyediaan sumber air selama proses pemadaman berlangsung.

Kebakaran Jadi Ancaman Serius di Permukiman Padat

Kebakaran Palangka Raya di Jalan Dr. Murjani kembali menjadi perhatian terhadap risiko kebakaran pada kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan bangunan tinggi.

Rumah yang berdiri berdekatan dan penggunaan material yang mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan koordinasi banyak pihak.

Selain rumah warga, bangunan Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum juga mengalami dampak akibat kebakaran tersebut. Belum ada informasi resmi mengenai tingkat kerusakan fasilitas pendidikan itu.

Polresta Palangka Raya masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan sumber api dan langkah penanganan selanjutnya.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com