PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Sebanyak 52 peserta mengikuti JOC Dominos Cup Season 6 (S-6) di Along Space, Jalan Janah Jari, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Sabtu (27/6/2026).

Peserta berasal dari kalangan jurnalis, aktivis, dan mahasiswa. Panitia juga menggelar workshop bertema “Kalimantan Tengah Melawan Serta Menolak Paham Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, dan Kekerasan.”

Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antarkomunitas. Selain itu, panitia ingin meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya menjaga persatuan dan menolak paham radikalisme.

JOC Dominos Cup Bangun Kebersamaan

Ketua Panitia JOC Dominos Cup S-6, Giben, mengatakan turnamen domino bukan sekadar ajang pertandingan.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang untuk membangun komunikasi. Turnamen juga memperluas jejaring antara jurnalis, aktivis, dan mahasiswa.

“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai wadah untuk mempererat kebersamaan, menjalin keakraban, serta memperluas jejaring antarpeserta dari berbagai latar belakang. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga melalui kegiatan-kegiatan positif,” ujarnya.

Seluruh peserta mengikuti pertandingan dengan penuh sportivitas. Mereka juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempererat hubungan antarkomunitas.

Densus 88 Perkuat Edukasi Anti Radikalisme

Sebanyak 52 peserta dari kalangan jurnalis, aktivis, dan mahasiswa mengikuti JOC Dominos Cup S-6 di Along Space, Palangka Raya, Sabtu (27/6/2026). Selain bertanding domino, mereka juga mengikuti workshop Densus 88 Anti Teror mengenai penguatan toleransi dan pencegahan radikalisme. Sumber: (Ist)

Panitia menghadirkan workshop sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Workshop membahas pencegahan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan kekerasan.

Ketua Tim Pencegahan Satgas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88 Anti Teror, Iptu Ganjar Satriyono, menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, edukasi menjadi langkah awal untuk mencegah penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda dan insan pers, agar mampu mengenali serta menolak paham intoleransi, radikalisme, terorisme, maupun segala bentuk kekerasan. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan bersama-sama melalui edukasi dan kolaborasi,” katanya.

Ganjar, menjelaskan bahwa aparat tidak dapat bekerja sendiri. Media, akademisi, organisasi masyarakat, dan pemerintah harus saling mendukung.

Ia menilai kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga keamanan. Kolaborasi juga mampu memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat.

Dorong Kolaborasi dan Literasi Kebangsaan

Workshop berlangsung secara interaktif. Narasumber menyampaikan materi, lalu membuka sesi diskusi dan tanya jawab.

Peserta aktif menyampaikan pandangan mengenai tantangan penyebaran paham radikal. Mereka juga berdiskusi tentang pentingnya literasi digital untuk menangkal informasi yang menyesatkan.

Panitia berharap JOC Dominos Cup terus berkembang sebagai agenda tahunan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas.

Melalui turnamen dan workshop, panitia ingin membangun semangat kebersamaan. Mereka juga ingin memperkuat persatuan di Kalimantan Tengah.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com