PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Puluhan organisasi relawan pemadam kebakaran (Damkar), rescue, dan Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) menggelar konvoi bersama di Kota Palangka Raya, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya kampanye sosialisasi antisipasi kebakaran permukiman dan kebakaran lahan kepada masyarakat.
Konvoi tersebut bertujuan memperkuat sinergi antar relawan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Para relawan juga akan mengintensifkan edukasi kepada warga melalui posko masing-masing yang tersebar di berbagai wilayah Kota Palangka Raya.
Konvoi Perkuat Edukasi Antisipasi Kebakaran
Ketua Panitia, Dede Septa Jaya, mengatakan konvoi menjadi bagian dari rangkaian agenda resmi forum relawan. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal gerakan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat.
“Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan resmi forum untuk mempererat kebersamaan antar relawan. Selain itu, kegiatan ini menjadi tanda dimulainya penggencaran sosialisasi terkait antisipasi kebakaran permukiman dan lahan di lingkungan masing-masing. Posko relawan berada sangat dekat dengan masyarakat sehingga edukasi dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Sekretaris Panitia, Rachamni Arif, menjelaskan konvoi juga menjadi bentuk partisipasi relawan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 dan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-69.
“Konvoi ini juga dalam rangka memperingati HUT Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 dan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-69 yang kami persembahkan bersama seluruh relawan,” katanya.
Kolaborasi Relawan dan Pemerintah Diperkuat
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan relawan. Menurutnya, kerja sama tersebut harus berjalan secara berkelanjutan, baik saat menangani kebakaran maupun ketika melakukan upaya pencegahan.
Ia menilai relawan memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui posko yang berada di lingkungan permukiman. Kondisi itu membuat penyampaian edukasi menjadi lebih cepat dan mudah diterima warga.
Urianinu berharap setiap relawan aktif mengajak masyarakat mengenali penyebab kebakaran, memahami langkah pencegahan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman maupun lahan.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Seluruh peserta berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang berdekatan dengan lahan rawan terbakar.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan