Lomba Resensi Buku 2026 resmi dibuka Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk meningkatkan budaya literasi, minat baca, serta kemampuan berpikir kritis pelajar tingkat SMP dan SMA.

PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) resmi membuka Lomba Resensi Buku 2026 di Aula Kasanang Atei, Jalan Diponegoro, Kamis (9/7/2026). Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan minat baca di kalangan pelajar.

Asisten III Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, Drs. Jayani, M.Si., mewakili Pemerintah Kota Palangka Raya membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Lomba Resensi Buku 2026 menjadi salah satu langkah nyata untuk membangun generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan mampu menghasilkan karya tulis yang berkualitas.

Menurut Jayani, kebiasaan membaca menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah terus menghadirkan program literasi yang mampu mendekatkan pelajar dengan buku dan perpustakaan.

“Lomba resensi buku adalah langkah nyata untuk membangun kebiasaan membaca. Harapannya, kegiatan ini mendorong pelajar di Kota Palangka Raya semakin gemar membaca dan mencintai perpustakaan,” ujarnya.

Selain membaca buku, peserta juga harus menganalisis isi bacaan, menyusun ulasan, lalu memberikan penilaian secara objektif. Dengan demikian, peserta dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, meningkatkan kreativitas, dan melatih kemampuan menulis.

Lomba Resensi Buku 2026 Perkuat Budaya Literasi

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, Rosiana, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional RI senilai Rp400 juta.

Selanjutnya, Dispursip memanfaatkan anggaran tersebut untuk menjalankan berbagai program literasi sepanjang 2026. Selain Lomba Resensi Buku 2026, dinas juga menggelar Lomba Bertutur tingkat SD, Lomba Video Konten, serta Bimbingan Teknis Kepenulisan.

Rosiana mengatakan panitia membuka lomba bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di Kota Palangka Raya. Namun, panitia membatasi kuota maksimal 50 peserta pada setiap perlombaan agar proses pembinaan dan penilaian berjalan lebih efektif.

Di sisi lain, panitia menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta bagi Juara I. Kemudian, tim juri yang terdiri atas akademisi, pustakawan, Dinas Pendidikan, Balai Bahasa, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan pegiat literasi akan melakukan penilaian secara objektif.

Pemkot Palangka Raya Ajak Pelajar Gemar Membaca

Melalui Lomba Resensi Buku 2026, Pemerintah Kota Palangka Raya mengajak pelajar menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Selain itu, pemerintah berharap budaya literasi terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, lomba ini juga mendorong pelajar menyampaikan gagasan secara sistematis serta menyusun tulisan yang berkualitas.

Lebih lanjut, Dispursip menilai literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca. Sebaliknya, literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menganalisis persoalan, serta menyampaikan ide secara logis dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus menghadirkan program literasi yang menjangkau lebih banyak pelajar. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan mampu bersaing menghadapi perkembangan zaman. (Harry. B)

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com