PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Penunjukan Adiah Chandra Sari sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah mendapat perhatian dari kalangan media. Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah menilai jabatan tersebut memiliki tantangan besar karena berkaitan langsung dengan kualitas komunikasi publik, keterbukaan informasi, transformasi digital, hingga tata kelola data pemerintah.

Ketua IMO Kalteng, Bintang Kurnia Wahyudi Putra, mengatakan Kepala Diskominfosantik tidak hanya bertugas mengelola publikasi kegiatan pemerintah, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi publik yang transparan, memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), menjaga keamanan informasi, serta memastikan data pemerintah terintegrasi dengan baik.

Pengalaman Birokrasi Jadi Modal Awal

Bintang menilai Adiah Chandra Sari memiliki pengalaman birokrasi yang memadai setelah memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin organisasi. Namun, Diskominfosantik memiliki karakter yang berbeda dibanding OPD lainnya karena berhadapan langsung dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah.

“Diskominfosantik itu bukan hanya soal publikasi kegiatan pemerintah. Di dalamnya ada urusan komunikasi publik, data, SPBE, keamanan informasi, statistik sektoral, sampai bagaimana pemerintah menjawab kritik masyarakat secara terbuka,” kata Bintang di Palangka Raya, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan pengalaman memimpin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Perpustakaan dan Arsip dapat menjadi bekal bagi Adiah dalam memahami pengelolaan informasi, dokumentasi, literasi, dan promosi daerah.

Meski demikian, Bintang menegaskan bahwa Diskominfosantik membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Selain kemampuan manajerial, kepala dinas juga harus memahami dinamika transformasi digital dan perkembangan ekosistem informasi.

Diskominfosantik Jangan Sekadar Jadi Corong Publikasi

Menurut Bintang, tantangan terbesar Diskominfosantik ke depan ialah mengubah paradigma komunikasi pemerintah agar tidak hanya berfokus pada publikasi kegiatan seremonial.

Ia menilai masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, mudah dipahami, dan terbuka. Pemerintah daerah juga harus mampu menjelaskan setiap kebijakan secara utuh agar masyarakat memperoleh informasi yang lengkap.

“Kalau Diskominfosantik hanya menjadi mesin rilis kegiatan, itu terlalu sempit. Dinas ini harus menjadi pusat kendali komunikasi publik dan data pemerintah. Masyarakat butuh penjelasan kebijakan, bukan sekadar foto kegiatan,” ujarnya.

Bintang juga mengingatkan agar pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik. Menurutnya, komunikasi publik yang sehat justru membuka ruang dialog antara pemerintah, media, dan masyarakat.

Ia menegaskan media online memiliki fungsi strategis sebagai jembatan informasi sekaligus mitra kritis pemerintah.

“Pers bukan musuh pemerintah. Pers adalah mitra kritis. Kalau komunikasi publik dikelola dengan baik, kritik media justru bisa menjadi bahan evaluasi kebijakan,” katanya.

SPBE dan Keamanan Data Jadi Tantangan Besar

Selain komunikasi publik, IMO Kalteng juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Bintang mengatakan implementasi SPBE, keamanan informasi, statistik sektoral, serta integrasi data antar-OPD menjadi pekerjaan besar yang harus segera diperkuat.

Menurutnya, transformasi digital tidak cukup berhenti pada pembangunan aplikasi. Pemerintah harus memastikan seluruh sistem saling terhubung, aman, dan mampu menghasilkan data yang mendukung pengambilan kebijakan.

“Transformasi digital pemerintahan tidak boleh hanya berhenti pada aplikasi. Yang lebih penting adalah integrasi data, keamanan sistem, dan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, meningkatnya penggunaan sistem digital juga meningkatkan risiko kebocoran data dan serangan siber. Karena itu, Diskominfosantik perlu membangun tata kelola keamanan informasi yang lebih kuat.

“Kalau kepala dinasnya bukan berlatar teknis digital, maka ia harus memastikan orang-orang teknis di bawahnya kuat. Jangan sampai keputusan teknis diambil hanya berdasarkan pertimbangan administratif,” tegasnya.

Bangun Kepercayaan Publik Melalui Keterbukaan

Bintang menilai keberhasilan Diskominfosantik juga bergantung pada kemampuan membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat lahir dari keterbukaan informasi, respons terhadap kritik, dan penyampaian kebijakan yang jelas serta mudah dipahami.

“Kepercayaan publik lahir dari keterbukaan. Kalau ada masalah, jelaskan. Kalau ada kritik, jawab dengan data. Kalau ada kebijakan, sampaikan alasannya secara terang,” ucapnya.

Ia menyebut kepemimpinan Adiah Chandra Sari menjadi momentum untuk memperkuat audit komunikasi publik, pemetaan media digital daerah, keterbukaan informasi publik, integrasi data OPD, pengamanan sistem informasi, serta pembenahan kanal aduan masyarakat.

Bintang menyimpulkan Adiah memiliki modal birokrasi yang kuat. Namun, kepemimpinannya di Diskominfosantik tetap harus dibuktikan melalui program nyata yang mampu menjawab tantangan komunikasi publik dan transformasi digital.

“Adiah punya modal birokrasi. Tetapi Diskominfosantik membutuhkan lebih dari itu. Ia harus membuktikan mampu memimpin agenda digital, menjaga keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, dan memastikan data pemerintah benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Bintang berharap kepemimpinan baru di Diskominfosantik Kalteng mampu menjadi momentum pembenahan tata kelola komunikasi publik. Ia juga mendorong terbangunnya hubungan yang lebih terbuka, profesional, dan saling menghormati antara pemerintah daerah dengan media.

“IMO Kalteng tentu mendukung komunikasi publik pemerintah yang sehat. Tetapi dukungan itu tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol pers. Pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang berani terbuka terhadap kritik,” pungkasnya.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com