PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Seekor ular piton raksasa sepanjang sekitar 8 meter menggegerkan warga di Jalan Samudin Aman 3, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kamis (11/6/2026) malam. Tim Animal Rescue Emergency Response (ERP) Palangka Raya langsung mengevakuasi reptil tersebut setelah menerima laporan dari warga.
Kemunculan ular berukuran besar itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Warga yang melintas awalnya mengira benda yang membentang di jalan merupakan pohon tumbang. Namun, objek tersebut ternyata bergerak dan masuk ke area galian fondasi rumah warga.
Seorang warga bernama Yolanda mengaku terkejut saat melihat keberadaan ular tersebut di tengah jalan yang sepi.
“Kami tadi kaget ada sesuatu melintang di tengah jalan. Awalnya kami kira pohon patah atau roboh, cuma lama-lama bergerak sampai akhirnya masuk ke area galian fondasi rumah warga,” ungkap Yolanda.
Menyadari potensi bahaya bagi warga sekitar, Yolanda segera menghubungi Call Center ERP Palangka Raya. Tim kemudian mengerahkan empat personel piket menuju lokasi untuk melakukan penanganan cepat.
Ular Piton Raksasa 8 Meter Berhasil Dievakuasi
Setibanya di lokasi, personel ERP langsung memetakan kondisi medan dan berkoordinasi dengan pelapor. Posisi ular yang berada di dalam lubang fondasi memudahkan proses evakuasi karena ruang geraknya terbatas.
Kabag Ops ERP Palangka Raya, Yustinus Exaudi, menjelaskan ular tersebut tampak lamban karena baru selesai berganti kulit dan diduga baru memangsa hewan.
“Saat kami tiba, posisi ular berada di dalam galian fondasi. Karena ular tersebut habis ganti kulit dan habis makan, pergerakannya menjadi sangat lambat. Berkat kesiapan personel dan medan yang tidak terlalu sulit, dalam waktu kurang dari 15 menit ular berhasil kita taklukkan tanpa perlawanan yang berarti,” terang Yustinus.
Tim ERP memperkirakan ular tersebut merupakan spesies ular sanca kembang atau Malayopython Reticulatus. Jenis reptil ini dikenal sebagai salah satu ular terpanjang di dunia yang masih banyak ditemukan di kawasan hutan Kalimantan.
ERP Serahkan Piton ke BKSDA Kalteng
Pelaksana Harian Ketua ERP Palangka Raya, Christian Tito, mengapresiasi kesigapan personel yang bergerak cepat menangani laporan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh tim ERP. Keberadaan ular berukuran 8 meter di tengah permukiman tentu memicu keresahan besar. Penanganan yang profesional dan taktis ini membuktikan komitmen ERP untuk selalu hadir di tengah masyarakat saat situasi darurat,” ujar Christian Tito.
Menurut Tito, ERP tidak hanya mengutamakan keselamatan warga, tetapi juga menjaga kelestarian satwa liar yang menjadi bagian penting ekosistem.
“Untuk memastikan kelestarian dan keselamatan jangka panjang ular tersebut, kami telah berkoordinasi dan menyerahkannya secara resmi kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah. Ular ini adalah bagian dari ekosistem kita, sehingga penanganan pasca evakuasi harus dilakukan di tempat yang tepat agar bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang jauh dari permukiman,” tutupnya.
Setelah proses evakuasi selesai, ERP menyerahkan ular piton raksasa tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah. Petugas selanjutnya akan melakukan observasi sebelum melepasliarkan satwa itu ke habitat yang aman dan jauh dari kawasan permukiman warga.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan