PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Ancaman penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) di Kalimantan Tengah semakin mengkhawatirkan. Bahkan, kasus penyalahgunaan zat berbahaya kini telah menyentuh kelompok usia anak sekolah dasar.

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei mengungkap adanya pasien anak yang menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan bahwa peredaran NAPZA telah menyasar kelompok yang sangat rentan.

Direktur RSJ Kalawa Atei, Seniriaty, mengatakan pasien rehabilitasi tidak lagi hanya berasal dari kalangan dewasa. Saat ini, pihaknya menemukan anak usia sekolah dasar yang membutuhkan layanan rehabilitasi.

“Pasien rehabilitasi tidak lagi didominasi orang dewasa. Saat ini sudah ditemukan anak usia sekolah dasar yang menjalani rehabilitasi. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Seniriaty kepada awak media, Selasa (21/7/2026).

Penyalahgunaan NAPZA Kalteng Jadi Ancaman Generasi Muda

Menurut Seniriaty, masuknya NAPZA ke lingkungan anak-anak menunjukkan masih adanya celah dalam pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan mereka.

Karena itu, ia menilai rehabilitasi bukan menjadi satu-satunya solusi. Upaya pencegahan harus menjadi langkah utama untuk melindungi anak-anak dari bahaya narkoba.

Selain itu, pencegahan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, sekolah, serta keluarga harus bergerak bersama memberikan edukasi tentang dampak buruk penyalahgunaan narkoba.

“Kita perlu memperkuat pencegahan agar anak-anak tidak terjerumus dalam penyalahgunaan zat berbahaya,” tegasnya.

Keluarga dan Masyarakat Diminta Perkuat Pengawasan

RSJ Kalawa Atei juga mengingatkan orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Perubahan pola pergaulan, sikap, maupun kebiasaan sehari-hari dapat menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian.

Selain keluarga, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah peredaran NAPZA. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk memutus rantai penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah.

Kasus anak sekolah dasar yang menjalani rehabilitasi menjadi pengingat bahwa ancaman NAPZA membutuhkan penanganan serius. Pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk menjaga masa depan generasi muda Kalteng.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com