PALANGKA RAYA, Mahardeka.com — Tim produksi film kolosal bertajuk “Dayak” resmi membuka pendaftaran audisi bagi talenta lokal se-Pulau Borneo mulai 1 April hingga 1 Juni 2026. Pengumuman ini muncul setelah rapat koordinasi berlangsung pada Senin, (27/4/2026) di Sekretariat TCP-FDK Wilayah Kalimantan Tengah, Jalan Antang, Palangka Raya. Film ini bertujuan mengangkat perjalanan sejarah dan kebudayaan Dayak dari abad ke-5 hingga abad ke-18 ke layar lebar nasional.

Penanggung jawab produksi sekaligus produser eksekutif, Dr. Abriantinus, SH., MA., menegaskan bahwa film ini mengusung misi budaya yang lebih luas daripada sekadar hiburan.

“Film ini menjadi tonggak untuk menggali, melestarikan, sekaligus meluruskan berbagai persepsi tentang kebudayaan Dayak.” ungkap Dr. Abriantinus, SH., MA., Produser Eksekutif Film “Dayak”

Proses seleksi pemeran akan berlangsung mulai 3 Juni sampai 8 Agustus 2026. Tim produksi menjadwalkan audisi di lima provinsi yang berada di Pulau Borneo, dengan beberapa titik lokasi di setiap provinsinya. Langkah ini sengaja dirancang agar peluang terbuka seluas mungkin bagi warga lokal Kalimantan.

Sejarah Dayak Hadir dalam Balutan Aksi, Romansa, dan Mistis

Jajaran tim produksi film “Dayak” bersama poster resmi proyek, Senin, (27/4/2026). (Source Foto: Harry. B/Mahardeka.com)

Audisi Film Kolosal "Dayak" Dibuka di Lima Provinsi Kalimantan

 

Film “Dayak” tidak hanya menyajikan catatan sejarah, tetapi juga memadukan unsur edukasi, aksi, romansa, hingga nuansa mistis yang melekat dalam tradisi budaya lokal. Narasi panjang ini mencakup rentang waktu selama lebih dari 13 abad, sehingga tim sutradara masih terus menggarap sinopsis secara menyeluruh.

Untuk lokasi syuting, tim masih melakukan pendataan terhadap sejumlah tempat potensial di berbagai wilayah Kalimantan. Ketua tim produksi, Thoeseng T. T. Asang, memimpin pertemuan tersebut bersama jajaran produser dan akademisi, termasuk Bias Layar, Prof. Dr. Ir. Uras Tantulo, dan Dr. Jhonu Alfriadi Retei.

Sebagai bagian dari strategi publikasi, tim turut menggandeng para influencer dan konten kreator dari berbagai daerah. Kolaborasi ini dijalankan sejak tahap pra-produksi agar jangkauan informasi audisi mencapai lebih banyak calon pemeran di seluruh Borneo.

Melalui keterlibatan luas masyarakat dan talenta lokal, film “Dayak” diharapkan tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang pengenalan budaya yang lebih utuh dan otentik bagi generasi kini.

(Harry. B) 

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com