PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Dionisius Cabang Palangka Raya menyelenggarakan Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) ke-XXII. Agenda tertinggi tingkat cabang ini akan berlangsung di Margasiswa PMKRI Palangka Raya pada 23 Januari 2026 mendatang. Dengan mengusung tema “Implementasi Tiga Benang Merah Sebagai Pondasi Pergerakan Yang Kokoh,” organisasi ini menargetkan penguatan nilai dasar serta suksesi kepemimpinan.
Selanjutnya, pengurus menekankan pentingnya Kristianitas, Fraternitas, dan Intelektualitas sebagai identitas tunggal bagi setiap kader. Nilai-nilai tersebut menjadi ruh utama agar mahasiswa tetap memiliki arah di tengah gejolak sosial-politik yang dinamis. Oleh sebab itu, forum ini berfungsi sebagai ajang evaluasi mendalam sekaligus penyelarasan strategi gerakan mahasiswa ke depan. Momentum ini secara aktif memastikan keberlanjutan roda organisasi melalui proses demokrasi yang sehat.
Ketua Presidium PMKRI Palangka Raya, Matius Valentino Jehatut, menegaskan urgensi dialektika dalam forum tertinggi ini.
“RUAC adalah ruang dialektika bagi seluruh kader. Kami ingin memastikan bahwa siapapun yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, harus mampu mengejawantahkan Tiga Benang Merah dalam aksi nyata. Tanpa spiritualitas Kristiani yang kuat, persaudaraan yang erat, dan pisau analisis intelektual yang tajam, pergerakan kita akan rapuh,” ujar Matius, Selasa (13/01/2026).
Rencana Strategis Sidang Pleno Mahasiswa Katolik
Selain agenda pemilihan ketua, para peserta sidang akan membedah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari kepengurusan periode sebelumnya. Kemudian, mereka menyusun Garis-Garis Besar Haluan Cabang (GGBHC) guna merespons berbagai persoalan kemasyarakatan di Kalimantan Tengah. Di samping itu, forum ini juga melahirkan rekomendasi eksternal terkait isu keadilan sosial yang menimpa rakyat kecil. Setiap anggota memiliki hak penuh untuk mengkritisi arah kebijakan demi kemajuan perhimpunan.
Kesiapan Penyelenggaraan Forum Regenerasi Pimpinan Cabang
Ketua Panitia RUAC, Alfonsus Nuno Mario, menyatakan bahwa seluruh persiapan teknis saat ini telah menyentuh fase penyelesaian akhir. Ia mengundang partisipasi aktif seluruh anggota biasa guna memberikan kontribusi pemikiran terbaik bagi masa depan organisasi. Panitia berharap RUAC menjadi simbol soliditas kader dalam menjaga muruah pergerakan mahasiswa Katolik.
“Kami mengundang seluruh anggota untuk pulang ke rumah perhimpunan, memberikan ide, dan hak suaranya. Mari kita jadikan RUAC ini sebagai bukti bahwa pondasi pergerakan kita masih sangat kokoh,” pungkasnya.
Follow: Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan