PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Masyarakat di sekitar Jalan Nias, Kelurahan Pahandut, mendadak heboh menyusul penemuan jasad seorang lelaki di dalam kamar hotel melati, Minggu (11/01/2026). Peristiwa tragis ini terungkap pada malam hari sekitar pukul 20.50 WIB saat saksi melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa.
Aparat kepolisian segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna melakukan pengamanan area. Berdasarkan dokumen identitas yang tertinggal, korban bernama Mulyadi, pria kelahiran Batusangkar tahun 1961 yang menetap di Pekanbaru, Riau. Selain itu, catatan kepolisian menunjukkan bahwa almarhum bekerja sebagai karyawan swasta di daerah asalnya.
Identifikasi Jati Diri Lelaki Terbujur Kaku
Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap posisi jenazah yang ditemukan telentang di atas tempat tidur. Saat proses identifikasi berlangsung, korban terlihat hanya mengenakan celana pendek berwarna biru tanpa memakai baju. Transisi evakuasi berjalan lancar dengan pengawalan ketat dari personel Polresta Palangka Raya dan Polsek Pahandut.
Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto secara singkat membenarkan informasi temuan jenazah tersebut. Pernyataan resmi ini sekaligus menjadi dasar kepolisian untuk memulai penyelidikan lebih mendalam terkait kronologi keberadaan korban di hotel tersebut. Petugas juga segera mengumpulkan barang bukti di sekitar tempat tidur untuk memperjelas motif di balik insiden ini.
Prosedur Pemeriksaan Medis Jenazah di Rumah Sakit
Walaupun demikian, penyidik masih menunggu hasil medis resmi untuk menyimpulkan penyebab utama kematian pria paruh baya ini. Polisi telah meminta keterangan dari pengelola hotel serta saksi mata yang pertama kali melihat kondisi Mulyadi. Kemudian, Tim Emergency Response Palangka Raya langsung membawa jasad korban menuju Ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus.
Proses visum ini bertujuan mendeteksi apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau murni akibat masalah kesehatan yang mendadak. Oleh karena itu, aparat meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Hingga saat ini, pihak berwajib terus berupaya menghubungi keluarga korban yang berada di Provinsi Riau untuk koordinasi lebih lanjut.
Follow: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan