Palangka Raya, Mahardeka.com – Tim Emergency Response Palangka Raya (ERP) mengevakuasi seekor ular piton dari dalam kamar warga di Jalan Menteng 8, Gang Kenangan 1, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya, Rabu (31/12/2025) malam. Insiden ini terjadi di tengah hujan deras yang mengguyur kota saat pergantian Tahun Baru 2026.
Peristiwa bermula sekitar pukul 20.30 WIB ketika Anisa, pemilik rumah, melihat siluet ular merayap di depan pintu kamar dan masuk ke balik selimut di atas kasur. Saat itu, anak Anisa tengah terbaring sakit. Dengan sigap, ia menggendong anaknya, mengamankan diri ke ruangan lain, lalu menghubungi Call Center ERP Palangka Raya.
Ular Mencari Tempat Hangat Saat Hujan Deras
Hujan dengan intensitas tinggi sejak sore diduga mendorong ular piton jenis Malayopython reticulatus sepanjang sekitar satu meter keluar dari habitat alaminya. Ular tersebut mencari tempat kering dan hangat, hingga masuk ke dalam rumah warga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Piket Nataru ERP bergerak cepat dan tiba di lokasi pada pukul 20.40 WIB. Kepala Bagian Operasi ERP Palangka Raya, Yustinus Exaudi, memimpin langsung proses evakuasi dengan berkoordinasi bersama warga sekitar untuk mengamankan area.
Evakuasi Berlangsung Cepat dan Aman
Tim ERP melakukan penyisiran secara terukur. Dalam waktu kurang dari lima menit, petugas berhasil mengamankan ular menggunakan alat khusus snake tong tanpa perlawanan berarti dan tanpa menimbulkan korban.
“Ular masuk saat intensitas hujan tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan ular telah kami amankan untuk kemudian dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang jauh dari jangkauan manusia guna menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Yustinus Exaudi atau sering disapa Nago.
Imbauan ERP untuk Warga Palangka Raya
Menanggapi kejadian tersebut, ERP Palangka Raya mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem. Hujan deras dapat memicu ular masuk ke area permukiman. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan, menghindari tumpukan barang, serta membersihkan semak yang berpotensi menjadi sarang tikus.
Yustinus juga menegaskan agar masyarakat tidak menangani ular secara mandiri.
“Jika menemukan ular atau satwa liar berbahaya lainnya, jangan mencoba menangkap sendiri tanpa keahlian dan peralatan khusus. Hal ini sangat berisiko fatal serta segera hubungi Call Center ERP atau layanan darurat setempat. Kami bersiaga 24 jam untuk memberikan pertolongan,” lanjutnya.
Hingga akhir penanganan, kawasan Menteng 8 dinyatakan aman dan kondusif. Respons cepat Tim ERP kembali menunjukkan kesiapsiagaan layanan darurat Palangka Raya dalam melindungi masyarakat, bahkan di tengah hujan dan momen pergantian tahun.
Follow: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan