PALANGKA RAYA, Mahardeka.com — Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Sabtu (29/11/2025). Melalui agenda ini, Golkar Kalteng menata arah kepemimpinan baru sekaligus memperkuat struktur organisasi partai di seluruh wilayah provinsi.

Musda XI Golkar Kalteng berfungsi sebagai forum strategis untuk konsolidasi internal. Selain itu, forum ini juga menjadi momentum penting menjelang pembaruan kepengurusan partai di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

Namun demikian, dinamika politik internal langsung mengemuka usai pembukaan Musda XI. Fairid Naparin, yang sebelumnya digadang sebagai kandidat kuat Ketua DPD Golkar Kalteng, memilih mundur dari bursa pencalonan. Hingga penutupan pendaftaran pada Kamis (27/11/2025), Fairid tidak mendaftarkan diri sehingga Edy Pratowo maju sebagai kandidat tunggal.

Fairid Naparin Mundur Demi Jaga Soliditas Partai

Fairid Naparin menyampaikan langsung keputusannya saat menghadiri pembukaan Musda XI Golkar Kalteng. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menjaga keharmonisan dan soliditas internal partai.

“Ini untuk menjaga nama baik dan kebesaran partai,” ujarnya singkat.

Menurut Fairid, dinamika politik merupakan bagian dari proses demokrasi di internal partai. Oleh karena itu, setiap kader perlu menghormati dan mengikuti keputusan organisasi. Lebih jauh, ia menilai keputusannya mundur justru membuka ruang konsolidasi yang lebih luas di tubuh Golkar Kalteng.

Meski tidak maju sebagai calon ketua, Fairid tetap menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam struktur kepengurusan. Ia secara terbuka menyampaikan kesediaannya mengemban amanah sebagai sekretaris DPD Golkar Kalteng.

“Insya Allah jika mendapat mandat, saya siap menjadi sekretaris. Saya ikhlas dan mengutamakan keputusan partai, semua keputusan wajib diikuti.”

Sementara itu, ketika disinggung mengenai sosok calon Ketua DPC Golkar Kota Palangka Raya, Fairid memilih bersikap hati-hati. Ia menilai konsolidasi internal harus menjadi prioritas utama sebelum membahas figur tertentu.

“Beberapa nama sudah muncul, tetapi semua kader memiliki peluang yang sama,” ujarnya.

Selain fokus pada struktur organisasi, Fairid juga menegaskan bahwa Golkar Kalteng akan membahas target penambahan kursi legislatif setelah Musda rampung. Ia menambahkan bahwa arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menjadi pijakan utama setiap langkah politik partai, termasuk persiapan menuju kontestasi Pemilu 2029.

Dengan demikian, Fairid memastikan dirinya tetap konsisten mengikuti garis kebijakan partai. Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya persatuan di internal Golkar.

“Yang penting tetap guyub. Apa pun dinamika internal, pada akhirnya kami kembali bersama,” tegasnya.

(Harry. B)

Follow: Mahardeka.Com