PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Penantian panjang warga Kabupaten Barito Utara akhirnya terbayar. Pasangan Shalahuddin dan Felix Sonadie Y. Tingan kini memegang tampuk pimpinan daerah setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara periode 2025 hingga 2030.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran melaksanakan pelantikan ini secara resmi. Gubernur menjalankan amanat langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Acara berlangsung khidmat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, pada Jumat malam (10/10/2025).
Gubernur Menekankan Kolaborasi Pembangunan
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran mengutarakan harapan besar kepada pemimpin baru. Ia menganggap kebersamaan dan kolaborasi sebagai kunci utama memajukan daerah.
“Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati selalu berkomitmen bersama masyarakat dalam mewujudkan kebersatuan dan kolaborasi untuk membangun Barito Utara menjadi lebih baik,” tegas Gubernur.
Selain itu, Gubernur mengingatkan duet pimpinan baru ini segera mempercepat roda pemerintahan. Percepatan ini bertujuan mengejar ketertinggalan pembangunan yang sempat terjadi saat pemerintahan dipegang oleh Pjs.

Bupati Prioritaskan Program 100 Hari Kerja
Menanggapi tantangan tersebut, Bupati Barito Utara terpilih, Shalahuddin, menegaskan komitmen kerja yang siap tancap gas. Ia menyebutkan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah pelaksanaan program unggulan 100 hari kerja. Program ini memperhatikan tiga sektor utama.
“Kami menyiapkan program unggulan, di antaranya perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi prioritas utama. Kami juga memperkuat sektor Pendidikan dan Kesehatan,” jelas Shalahuddin.
Shalahuddin meyakini bahwa pelaksanaan program ini membawa Barito Utara menjadi lebih maju, berkah, bermartabat, dan berkeadilan.
BACA JUGA: UT Palangka Raya Wisuda 393 Lulusan, Jadi Bukti Keberhasilan Program Perluasan Pendidikan
Pengelolaan Keuangan Ketat Demi Layanan Publik
Di sisi lain, terkait isu pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, Bupati Shalahuddin memastikan segera menerapkan strategi penganggaran yang lebih efisien dan efektif. Oleh karena itu, ia mewajibkan seluruh jajaran pemerintah daerah melakukan pengelolaan keuangan yang ketat.
Langkah ini menjamin pelayanan publik tidak terganggu, dan memastikan masyarakat Barito Utara tetap hidup nyaman, tenang, dan sejahtera. Program 100 hari kerja ini mengemban harapan besar untuk menjawab penantian masyarakat.

Tinggalkan Balasan