PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Rupiah, transaksi digital, dan bahaya penipuan, Rabu (15/4/2026). BI Kalteng melibatkan peserta dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Museum Balanga sebagai ujung tombak edukasi publik. Melalui program ini, BI Kalteng memperluas literasi keuangan secara terarah dan berkelanjutan.
Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat melalui program “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”. Ia menegaskan bahwa para peserta akan berperan aktif menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
“Selain Rupiah, kami juga meningkatkan literasi keuangan digital dan mengenalkan ciri-ciri penipuan yang marak terjadi,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mempelajari ciri keaslian uang Rupiah, penggunaan QRIS, dan berbagai modus penipuan. Mereka juga mempraktikkan cara menyampaikan materi edukasi agar mudah dipahami masyarakat. Dengan pendekatan ini, peserta dapat langsung mengaplikasikan ilmu di lapangan.
Literasi Rupiah, QRIS, dan Edukasi Anti Penipuan Jadi Fokus BI Kalteng
Selain itu, BI Kalteng mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi digital secara bijak. QRIS hadir sebagai solusi pembayaran yang praktis dan aman. Oleh karena itu, peserta perlu memahami cara kerja sistem tersebut agar dapat mengedukasi masyarakat dengan tepat.
Yuliansyah juga menekankan pentingnya pemahaman inflasi sejak tingkat rumah tangga. Ia menilai keluarga memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Pemahaman inflasi itu bisa dimulai dari rumah tangga,” katanya.
Lebih lanjut, BI Kalteng mendorong peserta menyebarkan edukasi secara luas. Mereka dapat menjangkau komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Dengan langkah ini, literasi keuangan dapat berkembang lebih cepat.
Di sisi lain, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan. Pelaku kejahatan terus memanfaatkan celah, baik melalui transaksi tunai maupun digital. Oleh sebab itu, edukasi yang tepat menjadi kunci pencegahan.
Melalui pelatihan ini, BI Kalteng memperkuat peran masyarakat sebagai agen edukasi. Upaya ini mendorong kepercayaan terhadap Rupiah, meningkatkan penggunaan transaksi digital, serta membentuk masyarakat yang cerdas dan waspada secara finansial.
(Harry. B)
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan