MURUNG RAYA, Mahardeka.com — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Sarwo Mintarjo, bersama Ketua DPRD Murung Raya, Rumiadi, menegaskan komitmen menjadikan kritik masyarakat sebagai instrumen utama akselerasi pembangunan daerah, Sabtu (4/4/2026). Keduanya mendorong sinergi eksekutif dan legislatif untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan transparan. Pernyataan ini mencerminkan kesepakatan bersama bahwa aspirasi publik bukan sekadar pelengkap, melainkan kompas arah kebijakan.

Sarwo Mintarjo menegaskan bahwa suara masyarakat merupakan indikator nyata kepedulian warga terhadap kemajuan daerah. Kritik yang masuk, menurutnya, menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah. Melalui evaluasi itu, kualitas kebijakan dan layanan publik terus meningkat secara terukur.

Keterbukaan terhadap masukan warga, ia tegaskan, bukan sekadar formalitas. Keterbukaan itu merupakan bagian inti dari upaya membangun pemerintahan yang akuntabel dan partisipatif. Murung Raya, menurutnya, membutuhkan ekosistem dialog yang sehat antara warga dan penyelenggara pemerintahan.

Sinergi Eksekutif dan Legislatif Dorong Aspirasi Warga Jadi Program Pembangunan Tepat Sasaran

Ketua DPRD Rumiadi menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Kolaborasi itu, menurutnya, memastikan setiap masukan warga masuk ke dalam program pembangunan yang tepat sasaran. Tanpa sinergi kedua lembaga, aspirasi publik berisiko berhenti sebatas catatan tanpa realisasi.

Rumiadi juga mendorong agar mekanisme penyerapan aspirasi berjalan lebih sistematis dan terdokumentasi. Setiap kritik perlu tercatat, diverifikasi, lalu diterjemahkan ke dalam usulan program yang konkret. Proses itu, tegasnya, menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah daerah dalam melayani warganya.

Komitmen bersama Sarwo Mintarjo dan Rumiadi ini menjadi sinyal positif bagi warga Murung Raya. Pemerintah daerah membuka ruang partisipasi yang lebih luas, bukan hanya saat pemilihan umum. Pada akhirnya, pembangunan yang benar-benar berdampak lahir dari dialog yang jujur antara pemimpin dan masyarakat yang mereka layani.

(Satya. R)

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com