PALANGKA RAYA, Mahardeka.com — Acara perpisahan siswa kelas 9 SMP Negeri 9 Palangka Raya akhirnya berlangsung meriah di Jalan Hiu Putih Raya No.27, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kamis, (21/05/2026). Sebelumnya, kabar viral di media sosial menyebut kegiatan itu diduga mengandung pungutan liar dan hampir mengakibatkan pembatalan acara. Kepala sekolah, komite, dan orang tua kompak membantah tuduhan tersebut serta menegaskan seluruh biaya berasal dari kesepakatan sukarela wali murid

“Kegiatan ini 100 persen dari orang tua siswa dan komite. Sekolah tidak mengurus iuran ataupun sumbangan.” Ungkap Irawan, Kepala SMPN 9 Palangka Raya.

Irawan menjelaskan orang tua menginginkan kenangan bermakna bagi siswa sebelum meninggalkan bangku SMP. Sekolah hanya mendukung pelaksanaan agar berjalan lancar. Ia bersyukur para siswa akhirnya bisa menampilkan bakat serta menerima penghargaan akademik dan nonakademik di momen tersebut.

Ketua Komite SMPN 9, Novitaria, turut membantah adanya praktik pungli seperti yang sempat ramai di perbincangkan publik. Menurutnya, orang tua murni menginisiasi kegiatan ini. Komite hanya memfasilitasi pelaksanaan bersama wali murid dan siswa kelas 9.

“Kami sempat dipanggil dinas dan diminta membatalkan kegiatan karena dianggap pungutan liar. Hari ini kami membuktikan bahwa kegiatan ini memang dari orang tua.” Jelasnya.

Sekolah Sempat Batalkan Acara Usai Dipanggil Dinas, Orang Tua Desak Kegiatan Tetap Berjalan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Elidia, mengungkap sekolah sempat membatalkan acara setelah mendapat panggilan dari dinas pendidikan. Namun orang tua kembali mendesak kegiatan tetap berlangsung. Akhirnya panitia terbentuk dari perwakilan wali murid dan siswa.

“Kami takut melakukan kegiatan karena merasa disudutkan. Padahal semuanya sudah melalui rapat dan kesepakatan bersama orang tua.” Pungkasnya.

Elidia menambahkan pihak dinas sempat menyarankan kegiatan berlangsung tanpa biaya. Namun pelaksanaan acara tetap membutuhkan anggaran untuk kebutuhan teknis seperti panggung, dekorasi, konsumsi, dan hiburan.

Ketua Panitia Pelepasan, Harmayanti, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara hingga selesai. Ia berharap polemik yang sempat viral tidak lagi berkembang karena seluruh wali murid sudah sepakat mengadakan kegiatan secara sukarela.

Perwakilan orang tua, Ernawati, juga menegaskan panitia kegiatan berasal dari unsur orang tua dan siswa, bukan sekolah. Ia berharap nama baik sekolah pulih setelah klarifikasi ini menyentuh publik luas. Acara pelepasan kelas 9 tahun ajaran 2025/2026 pun berlangsung meriah hingga akhir.

(Harry. B)

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com