PULANG PISAU, Mahardeka.com – Jalan Bahaur Tengah rusak akibat ablasi Sungai Kahayan di kawasan Jalan Sapillah, RT. 05, Desa Bahaur Tengah, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kerusakan jalan beton tersebut mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama desa.

Jalan yang berada di pinggiran bibir Sungai Kahayan itu mengalami kerusakan cukup parah dalam beberapa titik. Sebagian badan jalan mulai retak dan menurun akibat terkikis arus sungai. Kondisi ini membuat kendaraan sulit melintas dengan aman, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Selain itu, jalan tersebut menjadi jalur vital bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju permukiman, mengangkut hasil pertanian, hingga mengakses fasilitas umum. Karena itu, kerusakan jalan sangat mempengaruhi mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Seorang warga setempat meminta redaksi tidak menyebutkan namanya dan menjelaskan bahwa Jalan Bahaur Tengah telah lama mengalami kerusakan. Namun kondisi jalan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir karena abrasi sungai terus mengikis bagian tepi jalan.

“Banyak sudah orang yang gugur tercebur dengan motornya, pas banyu dalam (Pasang Air Sungai),” ujarnya saat dihubungi Via WA, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, ketika air Sungai Kahayan pasang, sebagian badan jalan tertutup air sehingga pengendara tidak dapat melihat kondisi permukaan jalan secara jelas. Situasi tersebut kerap membuat pengendara kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.

Jalan Bahaur Tengah Rusak Karena Ablasi Sungai Kahayan

Warga menjelaskan bahwa Jalan Bahaur Tengah rusak sudah terjadi sekitar dua tahun. Namun kerusakan menjadi jauh lebih parah dalam enam bulan terakhir karena ablasi terus menggerus struktur tanah di bawah jalan beton.

”Sekitar 2 tahunn lebih. Tapi yang tambah parahnya kaya ini, sekitar setengah tahun,” ungkapnya.

Kerusakan tersebut membuat sebagian badan jalan mulai amblas dan retak. Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga khawatir kerusakan akan semakin meluas dan berpotensi memutus akses jalan desa.

Selain berbahaya bagi pengendara, kondisi tersebut juga dapat menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Warga yang biasa membawa hasil kebun atau kebutuhan logistik desa harus lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah segera melakukan perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut. Perbaikan jalan dinilai penting untuk menjaga keselamatan warga sekaligus mempertahankan akses transportasi desa.

Warga juga berharap pemerintah melakukan penanganan permanen seperti penguatan struktur tepi sungai atau pembangunan penahan ablasi. Dengan langkah tersebut, kerusakan jalan akibat arus Sungai Kahayan dapat dicegah agar tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com