PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan 2.373 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Telabang 2026. Pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di Kota Palangka Raya, Kamis (12/3/2026). Operasi ini bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keamanan masyarakat, serta memastikan aktivitas ibadah dan perjalanan mudik di wilayah Kalimantan Tengah berlangsung aman dan kondusif.

Kepolisian melibatkan personel dari berbagai instansi untuk mendukung pengamanan selama periode libur Lebaran. Operasi Ketupat Telabang 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, aparat fokus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama di jalur transportasi dan pusat keramaian.

Karo Ops Polda Kalteng, Kombes Pol Sugeng Riyadi, memimpin langsung apel gelar pasukan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan. Ia menegaskan bahwa aparat harus menjalankan tugas dengan profesional serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Fokus utama petugas adalah menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keamanan di pusat-pusat keramaian,” katanya.

Selain itu, kepolisian memprediksi arus mudik Lebaran di Kalimantan Tengah terjadi dalam dua gelombang utama. Polisi memprediksi gelombang pertama arus mudik terjadi pada 14–15 Maret. Selanjutnya, gelombang kedua terjadi pada 19–20 Maret. Sementara itu, polisi memperkirakan puncak arus balik berlangsung pada 24–25 Maret 2026.

Polisi mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik agar terhindar dari kepadatan kendaraan pada tanggal-tanggal tersebut. Perencanaan perjalanan yang matang juga membantu menjaga keselamatan selama perjalanan mudik.

Operasi Ketupat Telabang 2026 Fokus Pengamanan Arus Mudik dan Objek Vital

Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Telabang 2026, Polda Kalteng menyiapkan 53 pos pengamanan di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri dari Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan, serta Pos Terpadu yang tersebar di titik-titik strategis.

Pos-pos tersebut ditempatkan di jalur utama transportasi, pusat aktivitas masyarakat, serta kawasan yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas selama libur Lebaran. Kehadiran pos pengamanan bertujuan memberikan pelayanan sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan.

Selain menyiapkan pos pengamanan, kepolisian juga memperketat pengawasan di 101 objek vital yang tersebar di Kalimantan Tengah. Lokasi tersebut meliputi tempat ibadah, terminal, pelabuhan, pasar, hingga bandara yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Pengamanan di objek vital tersebut bertujuan mencegah potensi kriminalitas serta menjaga ketertiban selama masyarakat menjalankan ibadah maupun aktivitas perjalanan Lebaran.

Sebanyak 2.373 personel gabungan dari kepolisian, TNI, serta instansi terkait terlibat langsung dalam operasi ini. Kolaborasi lintas instansi tersebut memperkuat upaya pengamanan sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dengan aman.

“Dengan sinergi yang kuat, diharapkan masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian dan kenyamanan,” pungkasnya.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com