SAMPIT, Mahardeka.com – Remaja bernama Putra (17), warga Bagendang, tenggelam di Danau Galian Bina Karya, Desa Pasir Putih, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (26/2/2026). Pos SAR Sampit menerima laporan dari TRC BPBD pada pukul 18.30 WIB. Tim rescue bergerak cepat dan menemukan korban pada pukul 19.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya A.A. Ketut Alit Supartana, S.Pd. langsung mengerahkan satu tim setelah menerima informasi kejadian. Tim tiba di lokasi pukul 19.39 WIB. Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan BPBD Kotim, Polres Kotim, Tagana, PMI, relawan, dan warga sekitar.
Pencarian Korban Tenggelam di Danau Galian Sampit Berlangsung Cepat
Tim SAR gabungan memulai pencarian dengan menyisir permukaan danau menggunakan jala. Namun, tim menilai metode itu kurang efektif. Karena itu, penyelam turun ke titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam. Strategi ini mempercepat proses pencarian.
Ridwan selaku koordinator lapangan Basarnas mengatakan, “Setelah kami lakukan penyelaman, akhirnya korban dapat ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi MD, dan selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Murjani.”
Tim segera membawa korban ke RSUD Murjani Sampit. Setelah evakuasi selesai, komandan operasi mengambil keputusan untuk mengakhiri misi pencarian.
“Dengan telah ditemukannya korban, dan telah dievakuasi maka Operasi SAR 1 Orang Tenggelam di Danau Galian secara resmi dinyatakan ditutup dan Tim SAR Gabungan dikembalikan kesatuannya masing masing dengan ucapan terima kasih,” tutup Alit.
Seluruh unsur SAR menunjukkan respons cepat dan koordinasi solid. Selain itu, warga sekitar turut membantu selama proses pencarian. Peristiwa ini mendorong aparat untuk mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di danau bekas galian yang memiliki kedalaman tidak merata.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan