PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Seorang pria bernama Buamin (56), warga asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di kamar barak di Jalan Manduhara, Kota Palangka Raya, Rabu (25/02/2026) siang. Warga mencium aroma tidak sedap dari kamar korban setelah dua hari tidak melihat aktivitasnya, lalu melapor kepada pemilik barak dan kepolisian. Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memastikan korban meninggal akibat penyakit bawaan.
Satuan Reserse Kriminal Polresta Palangka Raya melalui Unit Inafis segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kasat Reskrim AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol menjelaskan kronologi penemuan tersebut.
“Saksi kemudian melaporkan hal tersebut kepada pemilik barak, Bapak Suparmo (63). Setelah pihak kepolisian tiba dan melakukan pembukaan paksa pada akses pintu dan jendela, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar AKP Eka Palti.
Penemuan Jenazah di Barak Jalan Manduhara, Polisi Pastikan Tidak Ada Tindak Pidana
Petugas Inafis melakukan identifikasi dan memeriksa seluruh ruangan barak. Petugas tidak menemukan tanda kekerasan fisik, bekas senjata tajam, maupun indikasi perusakan yang mengarah pada tindak kriminal. Selain itu, pihaknya mengamankan sejumlah obat pribadi, uang tunai Rp300.000, tasbih, kartu identitas, alat komunikasi, serta perlengkapan harian milik korban.
Dokter Spesialis Forensik RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Devi Susanto, SH, MH, Sp.KF, memperkirakan korban meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.
“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan unsur kekerasan. Penyebab kematian dipastikan karena penyakit bawaan yang diderita korban,” tegas AKP Eka Palti didampingi Ps. Kaur Identifikasi, Aipda Yuwanda H.P.
Polisi kini berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di Jawa Timur untuk proses pemulangan jenazah. Sementara itu, Polresta Palangka Raya mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi terkait penyebab kematian.
“Kasus ini murni kematian karena sakit. Kami tetap melakukan pendalaman informasi dari saksi-saksi untuk memastikan seluruh prosedur terpenuhi sebelum jenazah diserahkan sepenuhnya kepada keluarga,” tutup Kasat Reskrim.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan