PALANGKA RAYA, Mahardeka.com — Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Tengah merespons maraknya balap liar remaja di Jalan Garuda dan beberapa jalan protokol di Palangka Raya selama awal Ramadan 1447 H, Sabtu (21/2/2026). Pemerhati anak Widya Kumala meminta aparat memberi sanksi sosial edukatif atau “shock therapy” kepada pelaku usia sekolah. Ia menilai teguran administratif tidak menimbulkan efek jera dan terus meresahkan warga.
Widya menilai aksi tersebut bukan sekadar kenakalan. Ia melihat adanya lemahnya pengawasan keluarga dan lingkungan. Pendekatan hukum terhadap anak harus mengutamakan pembinaan. Namun aparat tetap perlu ketegasan yang mendidik.
“Aparat penegak hukum jangan hanya memberikan hukuman di atas kertas saja. Anak-anak ini butuh shock therapy agar tidak mengulangi perbuatannya. Jika hanya teguran, mereka akan menganggap remeh aturan hukum,” tegas Widya Kumala saat memberikan tanggapan terkait situasi Jalan Garuda yang di gunakan Sebagai Tempat Ajang Balap Liar, Sabtu (21/02/2026).
Sanksi sosial balap liar remaja sebagai pembinaan karakter
Widya mengusulkan sanksi mengikuti kerangka Undang-Undang Perlindungan Anak Indonesia. Ia menambahkan dimensi sosial agar pelaku belajar tanggung jawab. Pelaku dapat menjalani kerja sosial di tempat ibadah selama Ramadan. Mereka juga mengikuti pembinaan karakter bersama Satgas PPA dan kepolisian. Selain itu, pelaku perlu melihat langsung dampak kecelakaan lalu lintas.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat mengalihkan energi negatif menjadi aktivitas bermanfaat. Program juga menumbuhkan empati sosial. Widya menyoroti jam aktivitas pelaku pada pukul 02.00–05.00 WIB. Mereka keluar rumah dengan sepeda motor berknalpot bising.
“Kita tidak bisa hanya menyalahkan anak. Peran orang tua sangat krusial. Mengapa anak usia sekolah bisa keluar rumah dengan motor berknalpot brong di jam istirahat? Ini yang harus kita evaluasi bersama,” tambah Widya.
Ia berharap Satlantas Polresta Palangka Raya bekerja sama dengan RT, RW, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan menciptakan pembinaan kreatif. Jalan protokol pun kembali aman bagi warga.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan