PALANGKA RAYA, Mahardeka.com — Tim Animal Rescue Emergency Response (ERP) Palangka Raya mengevakuasi seekor ular Sanca Batik sepanjang 2,5 meter dari atap kanopi rumah warga di Jalan Menteng 25, Kelurahan Menteng, Kota Palangka Raya, Senin malam (2/2/2026). Tim bergerak setelah menerima laporan melalui call center sekitar pukul 19.12 WIB. Petugas menyelesaikan evakuasi tanpa korban maupun kerusakan properti.

Pemilik rumah, Andreas Batarung, melaporkan aktivitas mencurigakan di bagian atas bangunan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim ERP langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di tempat kejadian, petugas menemukan ular melingkar di sela rangka kanopi baja ringan pada posisi cukup tinggi.

Evakuasi Ular Sanca Batik di Permukiman Palangka Raya Berlangsung Taktis dan Aman

Tim ERP menerapkan prosedur penanganan satwa liar sesuai standar operasional. Posisi ular di ketinggian serta ruang kanopi yang sempit menuntut ketelitian dan koordinasi antarpersonel. Namun demikian, petugas mengendalikan situasi secara terukur hingga berhasil mengevakuasi satwa tersebut dalam waktu singkat.

Kepala Bagian Operasi ERP Palangka Raya, Yustinus Exaudi, menegaskan bahwa tim mengutamakan keselamatan manusia dan satwa selama proses berlangsung.

“Tim bergerak secara taktis guna meminimalisir stres pada satwa. Evakuasi berhasil dilakukan dalam waktu singkat dengan status zero accident. Saat ini, ular telah kami amankan untuk kemudian direlokasi ke habitat alami yang jauh dari jangkauan pemukiman,” ujar Yustinus Exaudi atau sering di sapa Nago.

ERP mencatat kemunculan Sanca Batik di kawasan permukiman sering dipicu oleh ketersediaan sumber makanan dan area lembap yang jarang dibersihkan. Kondisi lingkungan yang tidak tertata dapat menarik predator untuk mencari perlindungan.

ERP Imbau Warga Perketat Proteksi dan Sanitasi Lingkungan

Karena itu, ERP mengimbau warga memperkuat kandang hewan peliharaan menggunakan kawat ram halus guna mencegah masuknya predator. Selain itu, warga perlu menjaga kebersihan teras, garasi, dan halaman dari tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang satwa liar.

Melalui respons cepat ini, ERP Palangka Raya menegaskan komitmen dalam menangani konflik manusia dan satwa secara profesional. Keberhasilan evakuasi tersebut memperkuat peran ERP sebagai garda terdepan penyelamatan satwa liar di wilayah perkotaan.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com