PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan tumpukan ban bekas di kawasan Jalan Mahir Mahar KM 10, Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Sabtu (17/01/2026) sore. Insiden ini terjadi tepat di belakang Rusun Sabhara Presisi Polda Kalteng serta Polsubsektor Jekan Raya sekitar pukul 16.25 WIB. Selain itu, kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi hingga terlihat jelas dari pusat kota dengan radius mencapai 8 kilometer. Cuaca terik yang melanda wilayah tersebut memicu api membesar seketika sehingga langit mendadak berubah menjadi gelap.
Tim gabungan segera melakukan tindakan penyelamatan guna melokalisir kobaran agar tidak merembet ke bangunan strategis kepolisian. Meskipun lokasi kebakaran berada di area terbuka, material ban yang mudah terbakar menyulitkan proses pemadaman awal. Kecepatan angin serta suhu panas ekstrem mempercepat perambatan si jago merah ke seluruh tumpukan karet tersebut. Beruntung, koordinasi cepat antar instansi berhasil mencegah dampak kerusakan yang lebih luas di lingkungan markas kepolisian daerah tersebut.

Kronologi Munculnya Kepulan Asap Hitam di Kawasan Bukit Tunggal
Saksi mata bernama Rizky menjelaskan bahwa api muncul secara mendadak kemudian langsung menyambar material karet yang sangat rentan terbakar. Dalam hitungan menit, kobaran tersebut menciptakan kolom asap raksasa yang menutupi pandangan di sekitar Jalan Mahir Mahar. Rizky yang melihat kejadian itu langsung mengambil inisiatif untuk menghubungi petugas penyelamat agar api tidak menyentuh pemukiman atau rusun personel.
“Saat itu cuaca sangat terik. Begitu saya melihat api langsung membesar, saya segera menghubungi Call Center Emergency Response Palangka Raya agar segera mendapat penanganan,” ungkap Rizky di lokasi kejadian.
Aksi Sigap Relawan dan Personel Kepolisian Jinakkan Amukan Api
Menanggapi situasi darurat tersebut, Tim Emergency Response Palangka Raya (ERP) segera menerjunkan unit Fire Truck berkapasitas 5.000 liter ke titik api. Selanjutnya, Direktorat Sabhara Polda Kalteng bersama BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah serta Relawan Pemadam Kebakaran Swadaya memperkuat operasi pemadaman secara intensif. Muhammad Noor Islami selaku Dantim ERP memimpin langsung upaya lokalisir area demi menjamin keamanan bangunan Rusun Sabhara dari ancaman panas. Pawas ERP, Reinando Bingan, juga mendampingi tim gabungan saat melakukan baku hantam dengan api selama kurang lebih satu jam hingga situasi terkendali.
Petugas akhirnya berhasil melakukan pendinginan total untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di bawah tumpukan ban tersebut. Walaupun suhu ekstrem menjadi dugaan awal pemicu kebakaran, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pastinya melalui pengumpulan bukti lapangan. Aparat keamanan kini memeriksa berbagai keterangan saksi guna memastikan adanya unsur kelalaian atau murni faktor alam di balik insiden yang menghebohkan warga ini. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa, meskipun menimbulkan polusi udara yang cukup pekat bagi masyarakat sekitar.
Follow: Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan