Murung Raya, Mahardeka.Com — Pemerintah Kabupaten Murung Raya kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Bapperida Kalteng menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan 2025 pada Kamis (20/11/2025) dan menetapkan Murung Raya sebagai kabupaten peringkat kedua dengan penurunan kemiskinan terbaik.
Rakor Penanggulangan Kemiskinan Kalteng Dorong Kolaborasi
Rakor berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalteng dan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, memimpin jalannya acara secara langsung. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 188.44/83/2022 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi 2022–2026.
Wakil Gubernur menekankan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dengan koordinasi yang baik, pemerintah dapat menjalankan program tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat juga membantu pemerintah menyesuaikan strategi agar penanggulangan kemiskinan lebih efektif.
Murung Raya Turunkan Angka Kemiskinan Hingga 5,93 Persen
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,39 poin atau 5,93 persen, sehingga meraih peringkat kedua di provinsi. Capaian ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah menjalankan program yang langsung menyasar masyarakat rentan dan memberikan manfaat nyata.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa perencanaan berbasis data dan strategi tepat sasaran mampu menghasilkan dampak positif nyata bagi kesejahteraan masyarakat Murung Raya.
DPRD Apresiasi Kinerja Pemerintah Murung Raya
Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.A.P., menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Menurutnya, penurunan kemiskinan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah mengeksekusi program efektif dan berpihak pada masyarakat luas.
“Capaian ini membuktikan intervensi pemerintah daerah tepat sasaran. Semua program menyasar masyarakat yang membutuhkan,” tegas Bebie. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini memotivasi pemerintah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Dorongan untuk Program Berkelanjutan dan Berbasis Data
Bebie menekankan bahwa pemerintah harus melanjutkan keberhasilan ini dengan menjalankan program berkelanjutan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi lintas perangkat dan melibatkan masyarakat agar setiap kebijakan berdampak langsung.
“Dengan perencanaan berbasis data dan pelibatan masyarakat, pemerintah mengeksekusi penanggulangan kemiskinan dengan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambahnya. Pemerintah berharap strategi ini mampu menjaga tren penurunan kemiskinan dan memperkuat pembangunan inklusif di Murung Raya.
(Satya. R)
Follow: Mahardeka.Com

Tinggalkan Balasan