PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) berhasil melampaui target program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2025–2030. Dalam konferensi pers di Rumah Jabatan Gubernur Istana Isen Mulang, Senin (2/5/2025), Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung menyampaikan capaian delapan program prioritas melebihi 100 persen hingga akhir Mei 2025. Selain itu, capaian ini menjadi indikator komitmen Pemprov Kalteng mempercepat implementasi pembangunan dan pelayanan publik secara inklusif dan terukur.
Penyelarasan Program Pembangunan dengan Kebijakan Nasional
Pemprov Kalteng berhasil menyelaraskan program kebijakan daerah dengan Astacita Presiden Prabowo, seperti program “Merah Putih”, “Cetak Sawah”, “Lumbung Pangan Nasional”, dan upaya penurunan stunting. Selain itu, penyesuaian dilakukan melalui penyusunan NPDM 2025–2030 serta perubahan RKPD untuk provinsi dan 14 kabupaten/kota. Dengan demikian, seluruh kebijakan daerah lebih sinkron dengan program nasional, meningkatkan efektivitas alokasi sumber daya dan akselerasi pembangunan.
Sebagai bagian dari program makan bergizi gratis, tiga unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kota Palangka Raya, melayani 15.000 siswa dan ibu hamil/menyusui. Selanjutnya, pemerintah merencanakan penambahan sembilan unit SPPG di berbagai wilayah, termasuk empat unit di Palangka Raya serta masing-masing satu unit di Kapuas, Barito Timur, Barito Selatan, dan Katingan.
Usulan pembentukan Keperawatan Rakyat juga telah diajukan ke Kementerian Sosial untuk diterapkan di satu provinsi dan sembilan kabupaten. Sementara itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terealisasi 100 persen di 1.571 desa/kelurahan setelah peluncuran oleh Menko Pangan pada 22 Mei 2025.
Perkembangan Program Lumbung Pangan Nasional
Dalam sektor pangan, program Lumbung Pangan Nasional menunjukkan progres signifikan. Kontrak pencetakan sawah telah mencapai lebih dari 70.000 hektare dari target 85.740 hektare. Selain itu, inovasi seperti apartemen ayam, smart greenhouse, dan penggilingan gabah modern mendukung efisiensi dan peningkatan hasil pertanian lokal.
Upaya penurunan stunting di Kalimantan Tengah berhasil menurunkan angka prevalensi sebesar 1,4 persen menjadi 22,1 persen pada 2025, menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Dengan demikian, pemerintah daerah terus memetakan program hingga tingkat perangkat daerah untuk menekan angka lebih lanjut, menargetkan 20,6 persen pada akhir tahun.
Efisiensi Anggaran dan Digitalisasi Layanan Publik
Pemprov Kalteng juga mencatat efisiensi anggaran signifikan. Dari target penghematan Rp167 miliar, pemerintah berhasil menghemat lebih dari Rp272 miliar. Selanjutnya, dana efisiensi dialokasikan ulang untuk sektor prioritas, termasuk pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam penguatan birokrasi, Pemprov melantik 13 pejabat tinggi pertama pada 9 Mei 2025. Langkah ini memastikan pengisian jabatan sesuai prinsip “the right man on the right place”. Pemerintah juga menyiapkan implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera, mencakup bantuan pendidikan, subsidi kesehatan, dan pertanian. Hingga kini, 3.060 mahasiswa menerima bantuan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT). Selain itu, Pemprov Kalteng menyiapkan 4.339 papan tulis interaktif, 874 set panel surya, dan 321 unit Starlink Internet Satelit.
Menuju Kalimantan Tengah yang Sejahtera dan Mandiri
Capaian program 100 hari kerja ini memperkuat visi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membangun Kalimantan Tengah yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing. Dengan demikian, Pemprov Kalteng berkomitmen melanjutkan akselerasi pembangunan dan pelayanan publik dengan prinsip transparansi, kolaborasi, dan inovasi berkelanjutan.
Follow: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan