PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Seekor Ular Birang (Oligodon octolineatus) sepanjang sekitar 80 sentimeter muncul di teras rumah Muhammad Noor Islami, Komandan Tim Piket Jaga Emergency Response Palangka Raya (ERP), Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 19.40 WIB, sesaat setelah ia menunaikan Salat Tarawih. Peristiwa langka ini terjadi di kawasan permukiman yang berbatasan dengan area hijau dan langsung ia tangani secara profesional.
Biasanya, warga melaporkan temuan ular kepada tim ERP. Namun kali ini, satwa liar justru mendatangi kediaman personel penyelamat. Noor Islami melihat pergerakan mencurigakan di teras rumahnya. Ia kemudian mengidentifikasi spesies tersebut sebagai Ular Birang, jenis tidak berbisa yang memiliki ciri garis delapan di tubuhnya.
Kemunculan Ular Birang di Permukiman, Komandan ERP Beri Edukasi Penanganan Ular Liar
Noor Islami tetap tenang saat menghadapi situasi tersebut. Ia memahami karakteristik Oligodon octolineatus yang tergolong non-venomous. Meski demikian, ia menyadari spesies ini memiliki gigi tajam untuk merobek cangkang telur sehingga gigitannya dapat menimbulkan luka robek.
Tanpa menggunakan alat khusus, ia mengarahkan ular secara perlahan menjauh dari area teras. Karena rumahnya berbatasan langsung dengan kawasan hutan kecil, ia langsung melepasliarkan satwa itu ke habitat alaminya. Langkah tersebut menjaga keselamatan penghuni rumah sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem sekitar.
Selain menangani kejadian, Noor Islami juga mengedukasi warga mengenai respons yang tepat saat menemukan ular di rumah. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak gegabah. Menurutnya, kepanikan dapat memicu reaksi defensif satwa liar.
Ia juga menyarankan warga memantau ular dari jarak aman tanpa melakukan kontak fisik. Dengan demikian, petugas dapat melakukan evakuasi secara terukur jika diperlukan. Selanjutnya, ia mengingatkan pentingnya mengenali karakteristik spesies. Walaupun tidak berbisa, setiap ular memiliki mekanisme pertahanan diri.
Di sisi lain, ia mendorong warga menjaga kebersihan halaman rumah. Tumpukan barang bekas dapat mengundang tikus atau katak yang menjadi mangsa ular. Jika sumber pakan tersedia, maka potensi kemunculan reptil meningkat.
“Kejadian malam ini adalah pengingat bahwa kita hidup berdampingan dengan alam. Penting bagi kita untuk memiliki kesiapan mental dan pengetahuan dasar agar situasi seperti ini tetap terkendali dan aman bagi semua pihak,” tandas Noor Islami.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya literasi lingkungan bagi masyarakat perkotaan yang berbatasan langsung dengan kawasan alami.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan