KATINGAN, Mahardeka.com – Puluhan relawan dari 12 tim pemadam kebakaran swasta Kota Palangka Raya menerjang api di Komplek Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Minggu (25/1/2026) malam. Para personel ini menempuh perjalanan antar kabupaten selama 45 menit demi membantu proses pemadaman kebakaran hebat tersebut. Kebakaran yang pecah sekitar pukul 22.21 WIB itu melanda kawasan padat penduduk dengan mayoritas bangunan berbahan kayu.
Kondisi material yang mudah terbakar membuat api merambat sangat cepat ke berbagai sisi. Oleh karena itu, kehadiran bantuan armada dari daerah tetangga sangat krusial guna mempercepat lokalisir si jago merah.
Misi Kemanusiaan Lintas Wilayah dan Daftar Unit
Selanjutnya, pengerahan personel ini murni berlandaskan rasa solidaritas serta jiwa sosial yang tinggi antar sesama anggota pemadam. Sejumlah unit yang terlibat meliputi Emergency Response Palangka Raya (ERP), Rescue LazisMU, hingga personel Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng. Selain itu, barisan pemadam swasta seperti BPK Hiu Putih, Putra Pahandut, JRM, dan Wisata Jaya turut memperkuat barisan di lapangan.
Kemudian, tim BSF, Seth Adji, PKCM, Berkat Usaha, Laskar Pahandut, serta Muhajirin juga aktif melakukan pemadaman secara intensif. Hal tersebut menunjukkan kekompakan luar biasa para pejuang api dalam menghadapi situasi darurat di Kalimantan Tengah.
“Ada 12 tim relawan yang langsung bergerak menuju lokasi di Kabupaten Katingan semalam. Ini adalah wujud nyata jiwa kemanusiaan yang besar dari rekan-rekan relawan di Palangka Raya untuk membantu sesama meski berada di luar wilayah tugas administratif kami,” ujar Sekretaris Forum Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Dede Septa Jaya.
Taktik Penyekatan dan Sinergitas Pemadaman
Sementara itu, tim gabungan segera melakukan pembagian tugas taktis setibanya di titik lokasi kebakaran yang mencekam. Fokus utama petugas adalah melakukan penyekatan area guna mencegah api menjalar ke pemukiman yang lebih padat. Oleh sebab itu, personel melakukan blokade api pada titik-titik rawan perambatan bangunan semi permanen.
Dengan demikian, risiko perluasan dampak kebakaran dapat segera petugas antisipasi melalui koordinasi lapangan yang solid. Sinergitas antara relawan swasta dan instansi pemerintah menjadi kunci keberhasilan dalam menjinakkan amukan api malam itu.
“Mengingat bangunan di lokasi didominasi material kayu, risiko perambatan api sangat tinggi. Tim gabungan langsung melakukan pemadaman intensif dan blokade (penyekatan) api agar tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya,” terang Kepala Bagian Operasi ERP, Yustinus Exaudi atau yang di sapa Nago.
Kolaborasi kolektif ini membuktikan bahwa misi kemanusiaan mampu meruntuhkan sekat administratif wilayah demi keselamatan masyarakat banyak. Setelah itu, tim memastikan kondisi benar-benar aman melalui proses pendinginan menyeluruh pada puing-puing bangunan.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan