LAUT JAWA, Mahardeka.com – Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian ABK KM Ebert Jaya 6 AA yang jatuh di perairan Laut Jawa pada Selasa (17/02/2026). Hingga Senin (23/02/2026), tim belum menemukan korban atas nama Hendro Moc Dzulkarnaen (27), warga Desa Margasari, Kecamatan Buabatu, Kota Bandung. Tim menutup operasi setelah tujuh hari pencarian dan melanjutkan pemantauan.

Korban jatuh saat hendak makan sore bersama rekannya di atas kapal. Rekan korban segera melaporkan kejadian itu kepada nakhoda. Pihak kapal kemudian meminta bantuan SAR. Tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan operasi Man Over Boat (MOB).

Operasi SAR ABK KM Ebert Jaya 6 AA di Laut Jawa Berlanjut ke Tahap Pemantauan

Koordinator Lapangan, Mahdi, menjelaskan hambatan di lapangan. “Selama pencarian kendala yang di hadapi oleh Tim SAR Gabungan adalah area pencarian yang luas, dan cuaca di laut yang berubah ubah sehingga membatasi waktu pelaksanaan pencarian,” ungkapnya.

Tim Rescue Basarnas Palangkaraya melakukan evaluasi bersama unsur SAR, agen kapal, dan keluarga korban. Tim mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Operasi SAR saat mengambil keputusan. Aturan tersebut mengatur batas waktu pencarian selama tujuh hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan A.A Ketut Alit Supartana menyampaikan keputusan resmi. “operasi SAR Man Over Boat (MOB) KM Ebert Jaya 6 AA di Perairan Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Tengah ditutup, selanjutnya akan di lakukan pemantauan. Namun tidak menutup kemungkinan akan di lanjutkan kembali apabila ada tanda-tanda keberadaan korban,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel. “Terimakasih atas kerja sama teman-teman TIM SAR Gabungan selama 7 hari ini, semoga apa yang kita kerjakan bernilai ibadah. Dan semoga korban cepat di ketemukan.”

Selama tujuh hari, tim melibatkan Pos SAR Pangkalan Bun, KSOP Kumai, SROP Kumai, KSOP Sampit, SROP Sampit, serta agen kapal KM Ebert Jaya 6 AA. Setelah tim menutup operasi, seluruh unsur kembali ke satuan masing-masing. Meski demikian, tim tetap memantau informasi baru dari lapangan dan masyarakat. Tim siap membuka kembali operasi jika menemukan tanda keberadaan korban.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com