PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya memperkuat tali persaudaraan melalui perayaan Natal bersama di Gedung Sangkuwung, Rabu (28/1/2026). Momentum ini menjadi pemicu semangat bagi para pendidik untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas.

Acara tersebut berlangsung khidmat dengan kehadiran seluruh keluarga besar insan pendidikan di Kota Cantik Palangka Raya. Pemerintah Kota menempatkan sektor pendidikan sebagai garda terdepan dalam struktur pelayanan publik dasar.

Melalui perayaan ini, para guru dan staf berkomitmen menjaga dedikasi tinggi meski menghadapi berbagai tantangan operasional. Suasana kekeluargaan yang erat mendominasi seluruh rangkaian acara dari awal hingga penghujung kegiatan.

Keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya saat mengikuti ibadah dan perayaan Natal bersama di Gedung Sangkuwung, Rabu, (28/1/2026). Source Foto: (Harry. B/Mahardeka.com)

Transformasi Pendidikan Berbasis Karakter dan Pelayanan Prima

Selanjutnya, panitia mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” guna memperkuat landasan spiritual para pendidik. Ketua Panitia Natal, Aprae Vico Ranan Pela, menjelaskan bahwa sub-tema tahun ini menekankan pada semangat transformasi pendidikan yang bermakna.

Selain itu, Wakil Walikota Palangka Raya, Achmad Zaini, meminta jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) terus konsisten mencerdaskan warga. Kemudian, pemerintah berharap nilai-nilai Natal mampu membawa perubahan positif dalam pola pelayanan di sekolah maupun kantor dinas. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas utama dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Semoga Natal ini mampu meningkatkan layanan terbaik, sebab pendidikan merupakan garda terdepan dalam pelayanan dasar,” ujar Achmad Zaini.

Komitmen Pendidik di Tengah Tantangan dan Motivasi Kerja

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan. Ia menegaskan bahwa kendala teknis maupun anggaran tidak boleh menghambat semangat juang para guru dan staf administrasi.

Oleh karena itu, Disdik bertekad menjaga api dedikasi para pendidik agar tetap berkobar dalam mencetak generasi emas. Dengan demikian, proses belajar mengajar tetap berjalan optimal guna mencapai standar mutu pendidikan yang tinggi. Akhirnya, perayaan ini ditutup dengan pembagian door prize yang menambah keceriaan serta energi positif bagi seluruh peserta yang hadir.

“Pihak kami bertekad menjaga semangat para pendidik. Anggaran boleh turun, tapi semangat tak boleh kendor,” tegas Jayani saat memberikan pernyataan.

(Harry. B)

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com