PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Kobaran api hebat melalap sejumlah bangunan warung di kawasan Jalan Christophel Mihing, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kamis (15/01/2026). Peristiwa yang mengejutkan warga Kelurahan Langkai ini terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.20 WIB di tengah cuaca terik. Selain itu, kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi hingga terlihat dari radius beberapa kilometer, menandakan besarnya amukan si jago merah.
Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBPK, serta barisan sukarelawan segera terjun ke lokasi untuk memadamkan api. Meskipun cuaca panas ekstrem menyulitkan proses evakuasi, petugas tetap berjibaku melokalisir perambatan api agar tidak menyentuh bangunan lain. Kecepatan angin yang cukup kencang sempat membuat api sulit terkendali pada menit-menit awal kejadian.
Kronologi Amuk Api di Kawasan Padat Penduduk
Berdasarkan pengamatan di lapangan, api pertama kali muncul dari bagian belakang salah satu warung kelontong milik warga. Material bangunan yang didominasi kayu menyebabkan si jago merah merambat dengan sangat cepat ke arah bangunan di sekitarnya. Wahyu (39), seorang saksi mata yang berada di lokasi, menceritakan detik-detik mencekam saat kepulan asap mulai menyelimuti pemukiman tersebut.
“Api berasal dari bagian belakang warung kelontong. Awalnya asap kecil, tapi dalam hitungan menit langsung membesar dan menyambar bangunan di sekitarnya,” ujar Wahyu saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Upaya Pemadaman dan Taksiran Kerugian Pemilik Kios
Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan situasi dalam waktu kurang dari satu jam meskipun kerumunan warga sempat menghambat akses armada. Setelah memadamkan titik api utama, tim kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal di bawah reruntuhan kayu. Saat ini, kepolisian setempat sedang menyelidiki penyebab pasti munculnya percikan api pertama guna memastikan kronologi secara hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum adanya laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, menaksir kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena barang dagangan tidak sempat diselamatkan.
Follow: Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan