PURUK CAHU, Mahardeka.com – Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., mengajak seluruh insan pers di daerahnya untuk berani menyampaikan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah daerah. Menurut pandangannya, media memiliki peran strategis sebagai mitra sekaligus pengawas dalam mewujudkan pembangunan yang transparan dan berpihak kepada masyarakat luas.

Rumiadi menyampaikan pernyataan penting ini di Puruk Cahu, pada Sabtu (1/11/2025). Ia secara tegas menegaskan bahwa kemitraan antara lembaga legislatif, eksekutif, dan media harus dibangun di atas fondasi semangat saling mengingatkan dan memperkuat. Dengan demikian, upaya ini menjadi kunci utama demi kemajuan daerah yang berkelanjutan.

“Pers harus mengambil peran sebagai mitra kritis. Oleh karena itu, jangan hanya menulis yang bagus-bagus. Sebaliknya, kalau ada yang kurang, maka sampaikanlah dengan cara yang santun dan faktual. Sebab, dari kritik yang faktual itu, kita bisa mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan,” ujar Rumiadi.

 

Rumiadi Tegaskan Media sebagai Mitra Kritis dan Pengawas Kekuasaan

Lebih lanjut, politisi senior PDI Perjuangan tersebut menilai bahwa fungsi kontrol media sangat penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan. Selain itu, fungsi ini juga memastikan kebijakan publik tetap berpihak pada kepentingan masyarakat banyak.

“Kritik itu memiliki tujuan untuk mengingatkan, bukan untuk menjatuhkan. Jika semua berita hanya memuji, kita justru tidak akan tahu mana aspek yang membutuhkan perbaikan segera,” tegasnya. Rumiadi menekankan bahwa kejujuran jurnalistik menjadi aset tak ternilai bagi tata kelola pemerintahan yang baik.

 

Pentingnya Etika dan Fakta Guna Menjaga Keseimbangan Kebijakan Publik

Rumiadi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jurnalis di Murung Raya yang tetap aktif menjalankan tugas jurnalistik. Mereka bekerja di tengah keterbatasan sarana dan medan liputan yang menantang, terutama di wilayah pedalaman. Ia menilai semangat juang tersebut membuktikan bahwa pers daerah memiliki peran esensial dalam menjaga keterbukaan informasi publik, meski menghadapi tantangan geografis.

“Oleh sebab itu, jangan pernah takut menulis kebenaran. Media adalah corong dan suara rakyat. Ketika rakyat diam karena berbagai keterbatasan, pers lah yang harus mengambil peran untuk bicara. Tentu saja, sampaikan dengan etika dan fakta agar kritik itu punya bobot substansial dan bisa diterima sebagai masukan berharga,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Rumiadi mengajak seluruh insan pers di Murung Raya untuk terus menjaga profesionalitas dan memperkuat independensi mereka. Dengan demikian, pers dapat berperan aktif menghadirkan perubahan positif bagi daerah. Kesimpulannya, Rumiadi berharap kolaborasi ini menghasilkan pembangunan yang berkualitas.

“Kita semua menginginkan pembangunan daerah yang maju dan sejahtera, tetapi kita juga harus bersikap jujur terhadap realitas. Pembangunan yang baik selalu lahir dari keberanian melihat kekurangan, bukan hanya dari pujian yang tidak berdasar,” pungkasnya.

(Satya. R)

Follow: Mahardeka.com