Murung Raya, Mahardeka.com — Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-XII tingkat Kabupaten Murung Raya 2025 mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P. Acara yang digelar di Alun-Alun Jorih Jerah, Kota Puruk Cahu, ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda.
STQ sebagai Wadah Pembinaan Generasi Qur’ani
Menurut Johansyah, STQ berfungsi sebagai wadah strategis untuk membina generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memupuk persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
“Khususnya bagi generasi muda, keterlibatan di ajang seperti STQ sangat penting. Selain meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi perekat persaudaraan dan persatuan anak bangsa,” ujar Johansyah, Kamis (4/9/2025).
Selain itu, ia menyoroti tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai agama saat pembukaan STQ. Hal ini menunjukkan bahwa toleransi dan kebersamaan tetap kuat di Murung Raya. “Terlihat jelas yang hadir bukan hanya umat Islam, tetapi juga pemeluk agama lain yang datang memberikan penghormatan. Dengan demikian, ini menjadi momen kebersamaan yang patut kita syukuri,” jelasnya.
Optimisme dan Profesionalisme Panitia
Johansyah berharap para peserta dari 10 kecamatan menampilkan kemampuan terbaik mereka. Ia optimistis para juara akan mewakili daerah di ajang STQ maupun MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, bahkan hingga tingkat nasional.
“Mudah-mudahan para juara bisa dipersiapkan untuk mengikuti STQ maupun MTQ tingkat provinsi. Selain itu, saya percaya panitia dan dewan hakim bekerja secara profesional untuk menilai setiap peserta,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa pembatasan usia peserta dalam STQ merupakan langkah tepat untuk membina kader Qur’ani sejak dini. “Yang penting bukan hanya siapa juara umum, tetapi juga bagaimana seluruh peserta dari 10 kecamatan dapat ikut berpartisipasi dan merasakan manfaatnya,” tegasnya.
STQ sebagai Pengingat dan Perekat Sosial
Johansyah menambahkan, STQ juga menjadi pengingat penting di tengah tantangan modernisasi dan pengaruh negatif media sosial. Dengan demikian, ajang ini tidak hanya menekankan kompetisi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di masyarakat.
(Satya. R)
Follow: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan