PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Rutan Kelas IIA Palangka Raya mengintensifkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pengembangan kerajinan di ruang “Pojok Kreasi” yang dikelola Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker), Sabtu (28/2/2026). Program ini melatih WBP membuat Telawang dan kerajinan Getah Nyatu guna membekali keterampilan baru serta meningkatkan produktivitas selama menjalani masa pidana.
Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Wayan Arya Budiartawan, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi bagian integral dari sistem pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa rutan tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan kerja.
“Banyak warga binaan yang datang tanpa memiliki keahlian tertentu. Melalui pembinaan ini, kami latih dari awal hingga mereka benar-benar bisa dan percaya diri dengan kemampuan barunya,” ujarnya, didampingi Kasubsi Bimker Andreas Betrianto.
Di Pojok Kreasi, instruktur melatih peserta secara bertahap. Pertama, mereka mengenal bahan dan karakteristik Getah Nyatu. Selanjutnya, mereka mempelajari teknik dasar penggunaan alat. Setelah itu, mereka menjalani proses finishing hingga menghasilkan produk siap jual. Melalui tahapan tersebut, WBP mampu memproduksi Telawang, hiasan dinding khas Kalimantan berbentuk perisai, serta berbagai kerajinan bernilai seni.
Salah satu WBP berinisial MK mengaku program ini mengubah pola pikirnya. “Awalnya saya tidak bisa apa-apa. Sekarang saya sudah bisa membuat sendiri dan ikut mengerjakan pesanan. Saya jadi punya bekal untuk nanti setelah bebas,” ungkapnya.
Selain MK, WBP berinisial AR juga merasakan dampak positif. Ia mengaku lebih percaya diri dan mulai mencoba inovasi desain di ruang kreasi tersebut. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kreativitas.
Pembinaan Kemandirian WBP Rutan Palangka Raya Dorong Produktivitas dan PNBP
Program ini juga meningkatkan produktivitas. Pihak rutan memasarkan hasil karya melalui pameran UMKM dan media sosial sehingga jangkauan pasar semakin luas. Sepanjang 2025, kegiatan pembinaan kemandirian memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp12 juta.
Wayan menilai keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari capaian ekonomi. Namun demikian, ia melihat perubahan sikap, disiplin, dan rasa tanggung jawab sebagai indikator utama. Oleh karena itu, rutan terus memperkuat pelatihan agar WBP kembali ke masyarakat sebagai pribadi mandiri dan produktif.
Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com
Saluran WA: Mahardeka.com

Tinggalkan Balasan