PALANGKA RAYA, Mahardeka.com – Polda Kalimantan Tengah memperkuat pengendalian harga dan pasokan pangan jelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Satgas Pangan Ditreskrimsus mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) HKBN 2026, Kamis (12/2/2026), di Aula Bapperida Provinsi Kalteng. Forum ini membahas stabilitas harga kebutuhan pokok di Kalimantan Tengah.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, membuka Rakor tersebut. Ia menegaskan pemerintah harus mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pokok pada Februari. Umat Muslim segera menyambut Ramadhan dan Idulfitri 1447 H. Karena itu, pemerintah daerah perlu menjaga pasokan dan harga tetap stabil.

Rakor ini menghadirkan kepala daerah kabupaten/kota, Kepala Dinas Perdagangan, Tim Satgas Pangan, Tim Pengendali Inflasi, asosiasi, dan pelaku usaha bahan pokok.

Strategi Satgas Pangan Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pol. Edwar Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasubdit 1 Indagsi, memaparkan kesiapan Satgas. Ia menyatakan tim telah menyiapkan langkah konkret jelang HKBN 2026.

Satgas akan mengawasi stok dan distribusi pangan. Tim juga memastikan pelaku usaha mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, petugas memberi edukasi kepada produsen dan distributor.

“Kita memberikan peringatan pada para spekulan ya pasti beberapa produsen maupun distributor agar tidak memainkan harga maupun melakukan penimbunan terhadap komoditas-komoditas pangan yang menjadi prioritas bagi kebutuhan di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Satgas memfokuskan pengawasan pada 14 komoditas esensial. Petugas melakukan pemantauan rutin di pasar tradisional dan pusat distribusi. Langkah ini bertujuan mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

Selain itu, Satgas meminta kepala daerah dan instansi terkait memperketat pengawasan di wilayah masing-masing. Mereka juga harus memastikan stok tetap tersedia.

Dengan strategi ini, Polda Kalteng menargetkan stabilitas harga pangan tetap terjaga. Masyarakat pun dapat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Lebaran 2026 tanpa tekanan harga.

Ikuti berita update lainnya di Mahardeka.com

Saluran WA: Mahardeka.com